Kecelakaan

5 Nelayan Ternyata Selamat

Kompas.com - 29/12/2010, 20:56 WIB

MUKOMUKO, KOMPAS.com — Lima nelayan yang hilang saat tiga kapal tenggelam di perairan laut Desa Air Rami, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, Rabu (29/12/2010) ditemukan selamat.

Saugani, Ketua Nelayan Kecamatan Air Rami, mengatakan, lima nelayan yang selamat pada Rabu siang itu saat ini masih terbaring di rumahnya karena kondisi badannya yang lemah akibat tidak makan dan hanya minum air laut.

Dari lima nelayan yang ditemukan sedang mengapung di tengah laut Kecamatan Putri Hijau, Bengkulu Utara, dua nelayan berkondisi sangat parah untuk saat ini karena kadar air laut yang terminum tidak sedikit.

"Imut dan Mar kondisinya sangat parah karena keduanya kemasukan air laut, sedangkan Buyung, Gozo, dan Ujang hanya lemas biasa dan sekarang beristirahat di rumahnya," ungkapnya.

Lima nelayan yang ditemukan selamat itu belum dibawa ke pusat kesehatan masyarakat karena terbentur dengan biaya.

"Mereka hanya diberikan obat tradisional daerah ini untuk memulihkan kondisi kesehatan yang terkuras karena semalaman berada di tengah laut," katanya.

Warga mulai melakukan pencarian terhadap lima nelayan yang hilang itu sejak pukul 04.00 WIB menggunakan empat kapal nelayan.

"Pada siang harinya lima nelayan ditemukan sedang mengapung di atas perahu yang terbalik, sekitar 2 mil dari bibir pantai," ujarnya.

Setelah lima nelayan diselamatkan, nelayan lainnya saat ini berusaha menyelamatkan mesin dan kapal. Nelayan hanya menemukan dua kapal, sedangkan satu kapal sudah hilang.

"Mesin tempel dan dua kapal bisa diselamatkan. Satu kapal lainnya tidak bisa ditemukan, termasuk alat tangkap nelayan sudah hilang," ujarnya.

Saugani mengatakan, untuk ke depan, semua nelayan di daerah itu diimbau tidak pergi melaut saat kondisi cuaca kurang mendukung.

"Ini menjadi pengalaman bagi nelayan supaya ke depan agar tidak berangkat bila cuaca sedang tidak bagus," katanya.

Sampai saat ini, tim SAR dan Airut belum juga datang ke perairan daerah tersebut, meskipun nelayan telah meminta bantuan dari mereka.

"Setelah kami tunggu, belum ada tim dari SAR yang datang ke perairan daerah ini. Namun, kami tidak kecewa karena lima nelayan telah berhasil kami selamatkan meskipun dengan cara kami," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau