Cuaca

Jelang Tahun Baru Hujan Sore dan Malam Hari

Kompas.com - 31/12/2010, 03:38 WIB

Medan, Kompas - Hujan pada sore hari hingga malam hari diprakirakan akan mewarnai hari-hari terakhir tahun 2010 dan memasuki tahun baru 2011 hingga akhir Januari. Intensitas hujan masih tinggi antara normal hingga di atas normal antara 100 mm hingga 300 mm.

Kepala Subbidang Pelayanan Jasa Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah I Medan Heron Tarigan, Kamis (30/12), mengatakan, hari-hari ke depan Sumut masih diguyur hujan pada sore hingga malam hari dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Sementara pada tanggal 31 malam, hujan diprakirakan turun dengan intensitas sedang. ”Prediksi sementara pagi hari tidak hujan,” tutur Heron.

Situasi ini merata di seluruh Sumatera Utara mulai pantai timur, pegunungan, hingga pantai barat. Sementara daerah yang curah hujannya mulai turun adalah kawasan Simalungun.

Heron menyarankan mereka yang akan melakukan perjalanan jauh atau mudik, khususnya ke daerah Tapanuli, lebih baik dilakukan pada pagi hari. Sementara yang akan melakukan pesta Tahun Baru perlu mengantisipasi hujan.

Suhu udara daerah pesisir diprakirakan maksimum sekitar 33 derajat celsius, sementara di pegunungan suhu udara antara 15 derajat celsius hingga 27 derajat celsius. Adapun kelembaban udara antara 60 persen hingga 80 persen.

Sementara kecepatan angin rata-rata mencapai 30 knot. Daerah yang rawan didera angin kencang adalah kawasan lereng atau yang bertopografi di belakang bukit, seperti Deli Serdang, Medan, dan Serdang Bedagai.

Kondisi cuaca buruk selama bulan Januari 2011 di perairan Sumut diprakirakan terjadi di perairan Samudra Hindia sebelah barat Sumatera dengan tinggi maksimum gelombang sekitar tiga meter. Sementara di perairan Selat Malaka tinggi gelombang 1,25 meter, di perairan Aceh 2,5 meter, dan di perairan Nias-Mentawai 2,5 meter. Kondisi cuaca diprakirakan agak buruk.

Heron mengatakan, puncak musim hujan yang terjadi pada bulan Desember masih akan berlangsung di bulan Januari. Puncak hujan yang bergeser dua bulan dari tahun lalu itu membuat potensi banjir di Sumut bulan Januari semakin tinggi karena tanah sudah jenuh dengan hujan yang telah terjadi sejak bulan Agustus-September lalu.

BBMKG Wilayah I Medan tetap memberikan peringatan dini banjir tingkat tinggi pada 21 daerah aliran sungai dan satu peringatan dini tingkat ekstrem pada DAS Kiri di Kabupaten Asahan dan Simalungun.

Sementara peringatan dini banjir tinggi dilakukan di antaranya pada DAS Barumun di Kabupaten Labuhan Batu dan Tapsel, DAS Wampu di Langkat, DAS Asahan di Asahan, DAS Ular di Simalungun dan Deli Serdang, DAS Percut di Deli Serdang dan Karo, DAS Belawan di Deli Serdang, dan DAS Besitang di Langkat.

Selain itu, DAS Lepan di Langkat, DAS Kolang di Tapteng dan Taput, DAS Batumundam di Tapsel, dan DAS Batang Toru di Taput dan Tapsel.

Curah hujan yang tinggi pada bulan Desember-Januari ini terjadi selain karena musim hujan, juga dipengaruhi di-pole mode (panas permukaan laut barat Sumatera) negatif atau hangat yang menyumbang banyak uap air.

”Cuaca ekstrem yang terjadi di belahan bumi bagian tengah seperti Australia dan Amerika Serikat tidak memengaruhi secara langsung apa yang terjadi di daerah khatulistiwa seperti di Sumut,” tutur Heron. (WSI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau