JAKARTA, KOMPAS.com — Dina (12) dan Melisa (12) gelisah. Bus transjakarta menuju Pinang Ranti yang mereka tunggu tak jua muncul. Sementara Andi (28) duduk menahan kantuk sembari menunggu transjakarta yang akan membawanya menuju Cawang.
"Busnya mana ya, Mbak? Saya sudah ingin segera pulang. Kok, lama banget," kata Dina kepada Kompas.com di shelter Semanggi, Minggu (2/1/2011).
Sementara menurut Andi, menunggu bus transjakarta di koridor IX lebih lama ketimbang di koridor bus lain. "Di sini saya nunggu-nya lama. Kalau di koridor lain, lebih cepat," ujarnya.
Nita, yang memanfaatkan transjakarta koridor IX menuju Grogol Petamburan, merasakan hal yang sama. "Kalau lama begini, mending naik angkot," ujarnya.
Apa yang dirasakan Dina, Melisa, Andi, dan Nita dimengerti petugas transjakarta, terutama yang bertugas di bagian tiket perjalanan. Saat penumpang membeli tiket, seorang petugas di shelter Semanggi berkata agar penumpang sabar. "Mau ke mana, Mbak? Sabar ya, busnya agak lama, kira-kira 15-30 menit," kata petugas tersebut.
Petugas tiket berharap penumpang memaklumi lamanya jarak antarbus ini karena armada bus di koridor IX rute Pinang Ranti-Pluit masih terbatas. "Karena masih baru, armadanya terbatas. Sekarang yang ada armadanya baru 22 bus," ujarnya.
Rencananya, menurut Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, koridor IX rute Pinang Ranti-Pluit akan didukung 69 bus tunggal dan 8 bus gandeng. Kita tunggu saja realisasinya!
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang