Mafia hukum

AirAsia: Gayus Tambunan ke Singapura

Kompas.com - 03/01/2011, 10:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Manajemen maskapai penerbangan Indonesia AirAsia membenarkan bahwa ada penumpang yang bernama Gayus Tambunan yang menumpang penerbangan QZ 7780 rute Jakarta-Singapura pada hari Kamis, 30 September 2010 pukul 11.20.

Hal ini disampaikan Manager Corporate Communication Indonesia AirAsia Audrey Progastama P, Senin (3/1/2010) ketika dihubungi Kompas.com. "Kami sudah cek di manifes. Memang ada penumpang yang bernama Gayus Tambunan," kata Audrey.

Saat ini, kata Audrey, belum ada permintaan manifes penumpang nomor penerbangan QZ 7780, baik dari pihak Kepolisian maupun Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum.

Kendati demikian, Audrey mengatakan, Indonesia AirAsia siap bekerja sama bila dibutuhkan. "Pasti. Kalau memang diminta untuk koordinasi, kami siap membantu," kata Audrey.

Seperti diberitakan, informasi mengenai dugaan Gayus ke singapura disampaikan pembaca Harian Kompas, Devina,  dalam surat pembaca yang dimuat Minggu (2/1/2011). Devina yang juga hendak pergi ke Singapura dengan AirAsia melihat melihat seseorang mirip Gayus September 2010.

Devina sebenarnya sudah curiga bahwa pria berkacamata dan mengenakan wig tersebut adalah Gayus. Namun, saat itu ia tidak memiliki keberanian untuk memotretnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau