Dugaan pelanggaran etik mk

Arsyad: Diperiksa MKH? "No Problem"!

Kompas.com - 03/01/2011, 17:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Hakim konstitusi, Arsyad Sanusi, mengaku siap diperiksa oleh Majelis Kehormatan Hakim (MKH) Mahkamah Konstitusi terkait dugaan suap yang melibatkannya. "No problem," katanya saat ditemui di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (3/1/2011).

Dia tidak mempersiapkan bukti penunjang apa pun dalam menghadapi sidang MKH nantinya. Arsyad hanya akan menjelaskan apa yang diketahuinya terkait keterlibatan putrinya, Neshyawati Arsyad, dan adik iparnya Zaimar dalam dugaan praktik suap yang dilakukan oleh mantan calon Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud.

"Saya hanya menjelaskan apa yang saya kemukakan. Ndak ada bukti-bukti. Paling ditanya sejauh mana keterlibatan anak saya, saudara, silakan tanya, saya tidak tahu-menahu," katanya.

Menurut Arsyad, hasil investigasi Tim Investigasi Internal MK yang dipimpin oleh Refly Harun sangat manipulatif dan sepihak. Sebab, tim tidak pernah mendengar keterangan Neshya dan Zaimar.

"Kalau itu sudah didengar baru saya puas. Ini tidak, tiba-tiba langsung eh terima Rp 20 juta, dari mana Rp 20 juta? Katanya ditransfer ke Edo, Edo enggak kenal Neshya, Neshya tidak kenal Edo. Coba bayangkan, itu pembunuhan karakter keluarga saya," papar Asryad.

Oleh karena itulah, Arsyad meminta MKH agar semua pihak yang melakukan pertemuan di Kafe Majapahit, yakni Nesyha, Dirwan, dan mantan panitera pengganti MK, Makhfud, untuk dimintai keterangan.

Arsyad juga mengaku siap jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksanya terkait dugaan suap dari Dirwan Mahmud senilai Rp 20 juta kepada putrinya atas permintaan Zaimar tersebut. "Yang penting luruskan fakta kebenaran sehingga kehormatan, harga diri saya terasa diinjak-injak betul," pungkasnya.

Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi yang diketuai oleh Mahfud MD membentuk Majelis Kehormatan Hakim untuk memeriksa hakim konstitusi Arsyad Sanusi dan Akil Mochtar terkait dugaan suap dan pelanggaran etik yang melibatkan keduanya. MKH mulai bekerja hari ini. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau