Tim Mahitala Segera Daki Aconcagua

Kompas.com - 03/01/2011, 18:32 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Tim Indonesia Seven Summits Expedition Mahitala Unpar (ISSEMU) melanjutkan pendakian ke Puncak Aconcagua di Argentina. Aconcagua merupakan puncak tertinggi di Benua Amerika dengan ketinggian 6.962 meter di atas permukaan laut (mdpl).

"Sejak 1 Januari 2011 tim berada di Plaza Argentina, di atas ketinggian 4.000 mdpl. Selasa besok akan bergerak ke Camp I, logistik sudah dipasok sejak kemarin," kata anggota Tim Publikasi ISSEMU, Widyastuti, dalam keterangannya di Bandung, Senin (3/1/2011).

Menurut Widyastuti, Tim ISSEMU melakukan komunikasi melalui internet. Kabar terakhir tim melaporkan kesiapan mereka untuk menuju Camp I yang merupakan salah satu tahapan untuk mencapai puncak tertingi di kawasan Amerika Selatan itu.

Widya menyebutkan, Tim ISSEMU sudah tiba di Plaza Argentina (4.200 mdpl) pada Jumat, 31 Desember 2010 lalu, dan merayakan malam pergantian Tahun Baru di Camp Daniel Lopez di Plaza Argentina bersama pendaki lainnya dari mancanegara.

Camp Daniel Lopez merupakan Museum Aconcagua yang menyimpan banyak sejarah mengenai pendakian Aconcagua. Kondisi tim sehat dan kondisi cuaca pun cerah dengan angin yang bertiup cukup kencang.

"Sabtu mereka beristirahat penuh di Plaza Argentina. Senin besok atau Selasa waktu Indonesia, rencananya akan melanjutkan perjalanan ke Camp 1 (4.950 mdpl) untuk dropping logistik," kata Widyastuti.

Ditargetkan pada Rabu (5/1/2011) waktu setempat, tim akan bergerak ke Camp II (5.800 mdpl). Sementara itu, pendakian ISSEMU Mahitala diprediksi akan mencapai puncak Aconcagua pada 10 Januari 2011.

Ini merupakan puncak kelima dari tujuh puncak yang didaki oleh Tim Mahitala Unpar. Sebelumnya, mereka telah berhasil mencapai Puncak Carstenz Pyramid (4.884 m) di Papua pada Januari 2009, dilanjutkan dengan Kilimanjaro (5.189 m) di Afrika pada Maret, Elbrus (5.892 m) di Rusia pada Agustus 2010, dan Vinson Massif di Antartika pada November 2010.

Tim yang berbeda dari Wanadri juga tengah menggelar ekspedisi tujuh puncak dunia. Mereka lebih dulu mencapai Aconcagua pada akhir Desember 2010 lalu. Namun, secara keseluruhan baru mendaki empat puncak, yakni Cartenz, Kilimanjaro, Elbrus, dan Aconcagua.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau