Sampah Gagalkan Bunuh Diri Pria Ini

Kompas.com - 05/01/2011, 07:58 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com — Kalau malaikat maut masih menjauh, nyawa masih dikandung badan. Vangelis Kapatos (26) sempat berupaya bunuh diri dengan terjun dari apartemennya di lantai 9. Beruntung, dia mendarat di setumpuk sampah yang belum diangkat petugas kebersihan. Maklumlah, pada akhir Desember lalu terjadi badai salju hebat di New York, Amerika Serikat, dan sampah itu belum juga dibersihkan. Vangelis langsung dibawa ke rumah sakit karena cedera, tetapi dikabarkan keadaannya stabil.

”Semua orang mengeluhkan sampah yang masih menumpuk, tetapi saya sangat bersyukur sampah itu masih berada di situ sehingga saya bisa selamat,” ujar Vangelis yang ternyata menyesali tindakan bunuh diri tersebut.

Polisi menyatakan, Vangelis tidak meninggalkan pesan sebelum terjun dari apartemennya. Tantenya, Katharina Kapatos, mengatakan, Vangelis sangat tertekan dan sempat dirawat psikiater selama satu bulan sebelum diperbolehkan pulang, akhir pekan lalu. Anak muda itu juga pernah menyatakan khawatir tidak dapat membayar sewa apartemennya.

Dinas Sanitasi yang baru akan mengumpulkan sampah itu pekan ini memperkirakan ada 77.000 ton sampah yang belum diangkut sejak datangnya badai. Wali Kota New York Michael Bloomberg berharap para pekerja dapat menyelesaikan pengangkutan sampah akhir pekan ini. (Reuters/Joe)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau