ASUNCION, KOMPAS.com - Pengadilan banding di Paraguay, Selasa lalu, memutuskan mendukung ekstradisi seorang pria Lebanon yang dicari di Amerika Serikat terkait tuduhan pengumpulan dana bagi kelompok gerilyawan Hezbollah.
Moussa Ali Hamdan, 38 tahun, ditangkap pertengahan Juni 2010 di sebuah hotel di Ciudad del Este, pusat daerah perbatasan tiga negara Brasil, Argentina, Paraguay yang sangat sibuk. Zona perdagangan bebas kota Ciudad del Este adalah kawasan besar yang menampung penduduk yang berasal dari berbagai negara termasuk sekitar 30.000 orang Arab, sebagian besar berasal dari Lebanon.
Pejabat intelijen asing mengklaim, Ciudad del Este adalah pelabuhan bagi sel-sel tidur teroris, tuduhan yang ditolak oleh ketiga wilayah perbatasan itu. Pada November 2009, pengadilan distrik Amerika Serikat di negara bagian Pennsylvania mendakwa Hamdan atas tuduhan berkaitan dengan pencucian uang, penggunaan mata uang palsu, pemalsuan paspor, dan ekspor laptop, ponsel dan mobil curian. Hasil penjualannya untuk Hezbollah, yang Washington anggap sebagai kelompok teroris, demikian menurut dakwaan AS.
Hamdan, yang mengaku telah pindah ke Paraguay untuk bekerja di sebuah toko elektronik dengan seorang temannya, mengatakan kepada wartawan Paraguay bahwa Washington mencari dia "karena saya seorang Muslim". Keputusan hari Selasa mengenai ekstradisi tersebut adalah penegasan putusan pengadilan lebih rendah pada Agustus lalu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang