Wow, di Banyumas Ada Ronda Cabai

Kompas.com - 05/01/2011, 20:07 WIB

BANYUMAS, KOMPAS.com - Di Banyumas dan Purbalingga, Jawa Tengah, kegiatan ronda tak hanya untuk menjaga lingkungan, tetapi juga untuk menjaga lahan pertanian cabai. Sebab sejak harga cabai melambung, banyak petani di kedua kabupaten itu khawatir panen cabainya dicuri.

Suwarjo (59), petani cabai merah keriting di Desa Karangcegak, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, ini secara rutin ronda malam memeriksa pertanian cabai di dekat rumahnya. "Sejauh ini memang cabai saya belum pernah dicuri. Tetapi karena sekarang harganya tinggi, saya harus menjaga tanaman cabai saya supaya tidak dicuri," katanya, Rabu (5/1/2011).

Apalagi, kata Suwarjo, sudah sepekan ini harga cabai merah keriting di tingkat petani berkisar Rp 40.000-50.000 per kilogram. Hasil panen cabainya juga cukup banyak, yakni 50 kg cabai yang dipanen setiap lima hari sekali.

Petani cabai di Purbalingga juga melakukan hal serupa, seperti di Desa Serang, Kecamatan Karangreja. Apalagi menurut Kepala Desa Serang Sugito, beberapa petani di desanya pernah mengalami panen cabainya dicuri saat harga cabai juga melambung tinggi pada pertengahan tahun 20 10 lalu. Pencurian itu dilaksanakan pada malam hari, dan mengangkut cabai dengan karung.

"Belajar dari pengalaman tahun lalu, sekarang seluruh petani cabai di desa kami selalu ronda keliling menjaga tanaman cabainya," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau