MALANG, KOMPAS
Kepala Kepolisian Resor Kota Malang Ajun Komisaris Besar Polisi Agus Salim, di Malang, menjelaskan bahwa petugas belum menemukan penyebab terlepasnya rem pada empat gerbong kereta yang sedang menjalani perawatan di Stasiun Kota Baru. Akibatnya, rangkaian empat gerbong kereta berjalan sendiri di jalan yang menurun menuju Stasiun Kota Lama.
”Sejauh ini kami telah meminta keterangan lima petugas PT KAI dan dua warga. Statusnya masih tahap penyelidikan sehingga belum mendapat kesimpulan penyebab kejadian. Kejadian itu, menurut keterangan, bukan pertama kali terjadi,” kata Agus.
Agus berpendapat, koordinasi dengan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) penting dilakukan agar petugas polisi memahami mekanisme kerja gerbong kereta api.
”Ini jenis peristiwa yang memerlukan kehadiran saksi ahli. Jadi, kami meminta KNKT memberi keterangan yang berhubungan dengan keahlian mengenai prosedur dan tata kerja kereta api,” katanya.
Kepolisian juga meminta keterangan dua saksi mata warga di sekitar lokasi terhentinya KA. ”Jika menurut penjelasan petugas KA, semua prosedur pengereman sudah ditempuh, tetapi saat gerbong ditinggalkan tanpa petugas, entah bagaimana gerbong berjalan sendiri,” katanya.
Sejauh ini belum ada penetapan adanya tersangka. Para saksi masih akan dipanggil dan dimintai keterangan.
Kepala Stasiun Kota Lama Malang Gatot Joko mengatakan, sebuah tim gabungan sudah dibentuk oleh PT Kereta Api Daerah Operasional VIII di Surabaya dan bersama petugas KNKT sedang menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut.
Peristiwa bermula saat gerbong kereta api kelas eksekutif Gajayana jurusan Malang-Jakarta dalam keadaan terlepas dari lokomotif tiba-tiba meluncur sendiri, Selasa (4/1) siang.
Petugas KA Stasiun Kota Baru, lokasi awal dari gerbong tersebut, segera mengontak Stasiun KA Kota Lama yang kemudian mencegah kereta meluncur ke arah jalan raya yang padat di persilangan sebidang, sekitar 2,5 kilometer dari lokasi Stasiun Kota Baru.
Rangkaian gerbong itu terhenti di lokasi jalur buntu yang dibuat untuk menghentikan paksa KA. Namun, di belakang tembok jalur buntu tersebut ada permukiman warga.
Rangkaian gerbong kereta tersebut setelah menabrak tembok penahan masih terus berjalan menabrak permukiman warga di Jalan Ciptomulyo, RT 11 RW 3 Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun. Sebanyak tiga rumah dilaporkan hancur.