Kasus joki napi

Wahyudi Tetap Pimpin Kejari Bojonegoro

Kompas.com - 06/01/2011, 12:17 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Wahyudi tetap menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Bojonegoro, Jawa Timur. Saat datang ke Gedung Kejaksaan Tinggi Jawa Timur di Surabaya, Kamis (6/1/2011), Wahyudi mengakui lalai dalam kasus joki narapidana di Lapas Klas II Bojonegoro.

Wahyudi yang datang bersama mantan Kepala Seksi Tindakan Pidana Khusus Kejari Hendro Sasmito tampak lega dan tenang. Seusai menemui Asisten Pengawasan Kejati Jatim Tris Sumardi, Wahyudi banyak menebar senyum.

"Saya mendapat teguran tertulis," tuturnya tentang sanksi bagi dia terkait kasus penukaran narapidana Kasiem dengan Karni.

Dia dinilai lemah dalam pengawasan melekat sehingga terjadi penukaran narapidana saat proses eksekusi. Menanggapi penilaian tersebut, Wahyudi mengiyakan meski sudah menandatangani berkas P48 yaitu surat perintah eksekusi tahanan. "Siap, saya akui lemah, pimpinan mengatakan demikian, jadi saya harus lebih hati-hati walau sekarang sudah hati-hati," paparnya.

Adapun Hendro menolak berkomentar dan melempar kepada Wahyudi untuk memberi tanggapan. Wahyudi menjelaskan, Kasi Pidsus Hendro Sasmito dicopot dari jabatannya, sedangkan jaksa Tri Murwani dicopot jabatan fungsionalnya, dan petugas pengawal tahanan Widodo Priyono diberhentikan dengan tidak hormat.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Jatim Muljono mengatakan, terdapat pertimbangan yang meringankan Kajari Wahyudi. Dia sudah memerintah untuk melaksanakan eksekusi dengan menandatangani berkas P48. "Namun, pelaksanaan di tingkat bawah kurang sempurna," ujar Muljono.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau