Gayus ke ln

Imigrasi Tak Terbitkan Paspor "Gayus"

Kompas.com - 06/01/2011, 16:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar mengatakan, tidak ada permohonan paspor atas nama Sony Laksono di Kantor Imigrasi Jakarta Timur. Patrialis mengatakan, data yang terdapat pada paspor Sony Laksono, yang diketahui digunakan terdakwa kasus korupsi pajak Gayus HP Tambunan ke luar negeri, palsu.

"Ditemukan banyak sekali kejanggalan sehingga sudah dapat dipastikan bahwa paspor itu tidak diproses di Kantor Imigrasi Jakarta Timur. Paspornya asli, tetapi prosesnya tidak di Kantor Imigrasi Jakarta Timur. Kita punya beberapa kode-kode yang tidak bisa dicontoh oleh pihak lain," kata Patrialis kepada wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (6/1/2011).

Tim yang dibentuk Kementerian Hukum dan HAM juga dikatakan telah bertemu dengan keluarga Margareta. Margareta adalah pemohon paspor di Kantor Imigrasi Jakarta Timur. Namun, permohonan paspor tidak dilanjutkan. Selanjutnya, paspor yang sudah memiliki nomor tersebut digunakan oknum untuk Sony.

Patrialis mengatakan, tim sudah mendapatkan kejelasan mengapa Margareta tidak melanjutkan permohonan paspor. "Ada surat pernyataan bahwa memang paspor Margareta pada saat itu tidak dilanjutkan. Margareta sudah sampai tahap wawancara dan pengambilan pas foto. Orangtua Margareta saat itu ada kesibukan lain sehingga permohonan paspor tidak jadi dilanjutkan," kata Patrialis.

Saat ini, lanjut Patrialis, tim tengah fokus pada Kantor Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta. "Saya ingin minta diungkap kenapa di Bandara Soekarno-Hatta, paspor seperti itu bisa lolos. Semestinya tidak bisa lolos. Sekarang tim sedang di Bandara Soekarno-Hatta. Tim akan memeriksa petugasnya waktu itu. Data sudah lengkap," katanya.

Patrialis, yang juga politisi Partai Amanat Nasional, berjanji, penyelidikan yang dilakukan Kementerian Hukum dan HAM akan dilakukan secara transparan. Siapa pun yang terbukti bersalah akan ditindak tegas.

"Semua pasti ada yang menerima sanksi karena tidak akan mungkin orang menggunakan paspor seperti itu bisa lolos dengan begitu saja kalau tidak bekerja sama," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau