Pelayanan publik

Jumat, Aliran Air PDAM Bakal Lancar Lagi

Kompas.com - 07/01/2011, 03:34 WIB

Bogor, Kompas - Kepala Humas Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kahuripan Hasanudim Taher mengatakan, pengaliran air bersih akan kembali normal mulai Jumat (7/1).

”Pekerjaan penggantian katup selesai Rabu sekitar pukul 03.00,” kata Hasanudin Taher, Kamis (6/1). Sejak itu pula jaringan pipa terisi air dan pelanggan yang dekat dengan jaringan pipa dapat terlayani kembali.

”Jumat pagi kembali normal, lebih cepat satu hari dari yang diumumkan,” katanya. Dia memastikan, selama masa penghentian aliran air bersih, tangki air bersih PDAM beroperasi penuh untuk menyuplai air bersih kepada pelanggan yang terkena dampak pekerjaan penggantian katup tersebut.

Di Depok, ribuan pelanggan PDAM Tirta Kahuripan mengharapkan suplai air dari truk tangki. Bahkan, mereka yang tidak kebagian suplai air mencari solusi sendiri dengan membeli air isi ulang untuk kebutuhan memasak. Di sejumlah perumahan, warga yang memiliki mesin pompa air membantu tetangganya yang tidak punya air.

Krisis air menyebabkan aktivitas warga terganggu karena persediaan mereka habis ketika suplai air dari truk tangki PDAM Tirta Kahuripan belum datang.

”Tidak ada air di rumah, padahal saya harus mencuci baju. Terpaksa saya tidak mencuci baju dahulu,” kata Nani (42), pembantu rumah tangga Perumahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Depok, Kamis.

Nani pergi ke pos satuan pengaman di perumahan tersebut untuk mengambil air bersih dengan ember. Warga lain juga bertindak serupa. Di tempat itu ada mesin pompa air yang dapat dimanfaatkan warga walau harus mengantre.

Nani memerlukan air untuk mencuci perlengkapan dapur di rumah majikannya. Bersama dua anaknya, dia menggotong ember dari pos satpam ke rumah majikannya sejauh 100 meter.

Maing, petugas satpam Perumahan Jatijajar, mengaku ada banyak permintaan warga. ”Mereka berpesan jika ada mobil truk tangki air lewat agar memintanya berhenti karena warga membutuhkan,” ujar Maing.

Antrean terjadi di sejumlah perumahan ketika truk tangki air datang. Antrean itu antara lain terjadi di Perumahan Taman Manggis dan Perumahan Cenning Ampe.

Suplai air PDAM Tirta Kahuripan melalui truk tangki ada sejak terjadi gangguan pelayanan, Rabu (5/1). Gangguan pelayanan terjadi sampai 8 Januari.

Selama gangguan pelayanan sejumlah pihak mereguk untung seperti penjual air isi ulang, Nopian (28) di Perumahan Taman Manggis, Kecamatan Cilodong.

Sejak pagi Nopian kebanjiran pesanan warga perumahan. Salah seorang pelanggannya bahkan memborong 14 galon sekaligus untuk memasak dan mandi.

”Katanya dia kehabisan stok air,” kata Nopian.

Sebagian warga meminjam galon kosong kepada Nopian untuk menampung air selama terjadi gangguan pelayanan.

Humas Cabang III PDAM Tirta Kahuripan di Depok Ajat Sudrajat mengatakan, menjelang Kamis sore di sejumlah perumahan suplai air kembali mengalir meski belum sempurna. Air mulai mengalir di Perumahan Tirta Mandala, Jatijajar, Cimanggis Permai, dan Villa Pertiwi.

Peninggalan Belanda

Ajat mengatakan, gangguan pelayanan terjadi karena perbaikan pipa di lima titik yang sebagian besar berada di sepanjang Jalan Raya Bogor. Pipa tersebut merupakan peninggalan Belanda yang dipasang tahun 1922. Perbaikan meliputi penggantian katup pipa lama.

Selain rumah tangga, sektor industri di kawasan tersebut juga mengalami gangguan. Gangguan pelayanan terjadi di 14 perumahan dan 17 industri.

”Kami mengutamakan kebutuhan warga. Kami tidak mengirim air melalui truk tangki untuk sektor industri. Kami memberi tahu mereka sebelumnya,” kata Ajat.

Perusahaan-perusahaan yang mengalami gangguan air antara lain PT Sendang Tri Darma Upaya, PT Indofreze Industrial Sukamaju, PT United Intenaplastik, PT Sarang Sari, CV Zhadyla Zham Qhua, Pabrik Es Ateng Mulyadi, PT Sanyo, PT Mayer Crocodile Indonesia, PT Squibb Indonesia, dan PT Tang Mas.

Seluruh perusahaan itu tergolong dalam kelompok industri besar. Adapun kelompok niaga besar yang mengalami gangguan pelayanan air bersih PDAM Tirta Kahuripan antara lain industri atas nama Ricogo, PT Golden Inpan, Golden Agin, Syamsul Yusif Jamin, PT Arista Latindo, Ramayana, dan Suryantho Hidayat.

Perihal gangguan pelayanan PDAM tercantum dalam surat edaran tertanggal 27 Desember 2010 yang ditandatangani Direktur Utama PDAM Tirta Kahuripan Hadi Mulya Asmat (bukan Hadi Mulya Utama seperti yang ditulis Kompas, Rabu (5/1).

(RTS/NDY)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau