Hiv/aids

Duh, Tujuh Bayi Terinfeksi HIV/AIDS

Kompas.com - 09/01/2011, 18:39 WIB

BANJARMASIN, KOMPAS.com — Tujuh bayi di wilayah Kalimantan Selatan, menurut data di Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, telah terinfeksi oleh virus HIV/AIDS.

Kadinkes Provinsi Kalimatan Selatan, Drg Rosihan Adhani, Minggu (9/1/2011), menuturkan, bukan hanya orangtua, melainkan anak-anak dan bayi juga bisa terserang virus mematikan itu.

Hingga kini sudah ada tujuh kasus bayi yang terinfeksi oleh virus HIV/AIDS yang penularannya berasal dari ibunya yang masih dalam masa menyusui dan ibu bayi sudah tertular virus HIV/AIDS.

Dengan ibu yang terjangkit virus HIV/AIDS maka otomatis saat menyusui bayi itu langsung tertular virus tersebut melalui air susu.

"Ada sekitar tujuh kasus bayi yang terinfeksi virus HIV/AIDS melalui ibu yang sudah lebih dahulu tertular virus mematikan itu," terangnya.

Untuk penyebaran HIV/AIDS sendiri kebanyakan sebagian besar melalui hubungan seksual 35 dari 63 kasus, injeksi narkoba 16 kasus, dan perinatal (bayi yang terjangkit ibunya) tujuh kasus.

Secara kumulatif perhitungan 2010, HIV mencapai 138 kasus dan AIDS 63 kasus tersebar di beberapa kabupaten di Kalsel.

Dilihat dari fakta itu, diperkirakan penyebarluasan virus mematikan itu terjadi di daerah yang padat penduduk dengan aktivitas tinggi sehingga penyebarannya sulit dideteksi serta dilakukan kontrol.

Wilayah penyebaran tertinggi kasus HIV terjadi di Kabupaten Tanah Bumbu 52 dari 138 kasus, serta di Kota Banjar Baru dan Banjarmasin masing-masing 34 dari 23 kasus.

"Kalsel saat ini untuk penyebaran HIV/AIDS masuk kategori tinggi dan itu terjadi di Kabupaten Tanah Bumbu, Kota Banjar Baru, dan Banjarmasin," terangnya.

Rosihan mengimbau masyarakat Kalsel agar bisa ikut membantu pemerintah menekan angka kasus HIV/AIDS dengan selalu menggunakan alat kontrasepsi (kondom) bila berhubungan seks dan menjauhi narkoba.

Selain itu, pihaknya juga terus gencar melakukan sosialisasi terkait penularan virus mematikan itu agar pada 2011 angka kasus HIV/AIDS bisa menurun dan malah bisa terbebas dari virus tersebut.

"Kita mengimbau masyarakat Kalsel agar mendukung pemerintah untuk menekan angka pertumbuhan virus mematikan itu, di antaranya, dengan selalu menggunakan kondom dan jauhi narkoba," harapnya.

Untuk diketahui, kasus HIV/AIDS di Kalsel saat ini dinilai tinggi dan untuk di tingkat nasional, Kalsel menduduki peringkat ke 23 dari 33 provinsi di Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau