Bibit: Kasus Gayus Sulit ibarat Bisul

Kompas.com - 09/01/2011, 19:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bibit Samad Rianto mengakui, kasus mafia pajak dan mafia peradilan yang melibatkan mantan pegawai Ditjen Pajak Gayus H Tambunan merupakan kasus yang sulit. Meskipun seandainya KPK mengambil-alih kasus tersebut, tidak mudah untuk menyelesaikannya hingga ke akar.

"Memang sulit, kembali lagi karena butuh bukti," ujar Bibit dalam diskusi "Mafia Kasus dan Fenomena Hukum Indonesia" di Jakarta, Minggu (9/1/2011). Dikatakan Bibit, hingga kini KPK masih mendalami kasus Gayus. KPK telah melakukan penyelidikan bekerja sama dengan pihak kepolisian.

Menurut Bibit, untuk membongkar siapa aktor lebih besar di balik kasus Gayus, dibutuhkan penelusuran terhadap aset Gayus yang diakui oleh Gayus berasal dari sejumlah perusahaan. "Itu kan sudah ada pengakuan, beberapa perusahaan, kita teliti perusahaan-perusahaan itu, apa saja yang dikerjakan, mudah-mudahan semua terungkap," katanya.

KPK pun, kata Bibit, perlu memeriksa apa saja yang dikerjakan oleh kepolisian selama ini dalam menangani kasus mafia pajak dan mafia peradilan yang fenomenal itu.

Bibit mengibaratkan, kasus mafia pajak dan mafia peradilan bagaikan sebuah bisul yang sudah bercokol sejak dulu tetapi tersembunyi. "Sulit semacam terbongkarnya, kayak sakit bisul. Pas Gayus ada, sudah matang itu bisulnya," katanya.

Selain itu, kasus mafia pajak dan peradilan di negeri ini, lanjut Bibit, sulit terungkap karena tidak ada niat dari aparat penegak hukumnya untuk menyelesaikan hingga ke akarnya. "Gajinya rendah, niat untuk tidak korupsi kecil, coba lihat anggota polisi, seluruh departemen. Niat mestinya dari awal, sistem integritas moral, remunerasi, pengawasan, dan budaya taat pada aturan ini lemah," papar Bibit.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau