Ekspor Kalsel Terus Merosot

Kompas.com - 09/01/2011, 19:56 WIB

BANJARMASIN, KOMPAS.com — Ekspor perikanan baik udang maupun ikan laut di Kalimantan Selatan dalam setiap tahunnya terus merosot.

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalimantan Selatan Gusti Yasni Iqbal, di Banjarmasin, Minggu, mengatakan, menurunnya volume ekspor perikanan terjadi karena musim yang tidak menentu.

Selain itu, juga disebabkan karena belum adanya budidaya ikan yang cukup memadai di Kalsel sehingga ekspor ikan sangat tergantung dengan cuaca.

Pada 2009, volume ekspor perikanan Kalsel sebanyak 1,7 juta kilogram dan pada 2010 turun menjadi 1 juta kilogram atau turun hingga 39,16 persen.

Penurunan volume ekspor tersebut berpengaruh terhadap nilai ekspornya yang turun hingga 42,7 persen.

Pada 2009, nilai ekspor perikanan sebesar 8,7 juta dollar AS dan 2010 tinggal 4,9 juta dollar AS.

Penurunan itu terjadi karena ikan Kalsel lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Ikan kita banyak dikirim ke Surabaya dan beberapa daerah lainnya," katanya.

Kendati nilai ekspor perikanan turun drastis, kata Iqbal, hal tersebut tidak memengaruhi terhadap pencapaian target nilai ekspor Provinsi Kalsel secara keseluruhan.

"Kendati ekspor perikanan turun hingga 70 persen, tidak ada pengaruhnya terhadap nilai ekspor Kalsel," katanya.

Hal itu terjadi karena baik kenaikan maupun penurunan ekspor perikanan belum memiliki andil cukup besar terhadap kenaikan ataupun penurunan ekspor Kalsel yang kini didominasi batu bara.

"Kalau volume ekspor batu bara turun 2 persen saja pengaruhnya luar biasa, tapi kalau perikanan kendati naik 500 persen, juga hampir tidak berpengaruh," katanya.

Pada 2010, target nilai ekspor sebesar 5,5 miliar dollar AS dipastikan tercapai dan pada 2011 ditingkatkan menjadi 6 miliar dollar AS.

Sementara meningkatkan produksi ikan untuk memenuhi kebutuhan dalam ataupun luar negeri, Pemprov Kalsel mengembangkan industri ikan air tawar di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru.

Kepala Bidang Promosi dan Investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Thalib mengatakan, pasar ikan kering air tawar kini terbuka luas baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Karena potensi pasar yang masih cukup luas tersebut, kata dia, kini Pemprov bersama dengan instansi terkait mendorong masyarakat untuk terus melakukan budidaya ikan kering air tawar.

Apalagi, potensi ikan air tawar di Kalsel yang tersebar pada 13 kabupaten dan kota cukup besar.

"Hampir semua daerah di Kalsel memiliki potensi ikan air tawar sehingga kita akan terus promosikan industri ini," katanya.

Menurut Thalib, saat ini pihaknya sedang mendorong industri kecil ataupun besar untuk memperbaiki kemasan ikan tersebut sehingga selain aman dan awet juga akan lebih menarik konsumen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau