Real estate

Pasar Properti 2011 Bakal Bergairah

Kompas.com - 10/01/2011, 03:35 WIB

Jakarta, Kompas - Kinerja pasar properti Indonesia tahun 2011 diprediksi tumbuh lebih baik dibandingkan tahun 2010. Hal ini sejalan dengan prediksi pertumbuhan ekonomi, yang diperkirakan juga akan meningkat dibanding 2010.

Konsultan properti Coldwell Banker Indonesia, dalam rilis yang dikeluarkan akhir pekan lalu di Jakarta, menyebutkan, gairah pasar properti tahun ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang diprediksi bakal membaik.

Peningkatan pasar properti akan terjadi pada sisi pasokan, permintaan, harga sewa, dan harga jual.

Menurut Senior Vice President of Research and Consultancy Tommy Bastami, permintaan pasar perkantoran diprediksi meningkat. Permintaan itu terutama dari usaha baru.

Kondisi transportasi yang semakin padat di pusat kota, menurut Tommy, akan mendorong preferensi penyewa dalam memilih gedung perkantoran yang mengarah ke kawasan di luar pusat bisnis utama.

Adapun tren pasar kondominium tahun ini lebih banyak diminati kelas menengah dengan harga di bawah Rp 1 miliar.

Ketatnya persaingan di pasar kondominium akan mendorong pengembang untuk terus menawarkan harga dan sistem pembayaran yang menarik.

Sementara itu, kata Tommy, permintaan pasar perumahan juga meningkat.

”Muncul kecenderungan pengembangan kawasan perumahan tidak hanya sebagai unit hunian, tetapi juga terintegrasi dengan aktivitas gaya hidup di dalamnya,” ujar Tommy.

Tumbuh signifikan

Tahun 2010, dari segi permintaan, pasar properti tumbuh signifikan. Begitu pula dengan harga sewa dan harga jual.

Permintaan bersih perkantoran tahun 2010 mencapai 150.000 meter persegi, atau naik 37 persen dibandingkan tahun 2009.

Membaiknya tingkat permintaan itu mendorong hunian perkantoran naik 3 persen selama tahun 2010 sehingga harga sewa ruang perkantoran naik 2,4 persen.

Sementara itu, permintaan pasar kondominium pada 2010 meningkat hingga 58 persen. Hal ini dipicu oleh permintaan dari kelas menengah. Tingginya permintaan mendorong kenaikan harga jual kondominium 2,2 persen.

Kenaikan harga juga terjadi di pasar perumahan, yakni rata-rata 11,8 persen, yang didorong oleh permintaan riil.

Adapun permintaan di pasar ritel justru turun. Permintaan ritel tahun 2010 hanya 170.000 meter persegi, atau turun 17 persen dibandingkan tahun 2009.

(LKT)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau