Jakarta, Kompas -
Konsultan properti Coldwell Banker Indonesia, dalam rilis yang dikeluarkan akhir pekan lalu di Jakarta, menyebutkan, gairah pasar properti tahun ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang diprediksi bakal membaik.
Peningkatan pasar properti akan terjadi pada sisi pasokan, permintaan, harga sewa, dan harga jual.
Menurut Senior Vice President of Research and Consultancy Tommy Bastami, permintaan pasar perkantoran diprediksi meningkat. Permintaan itu terutama dari usaha baru.
Kondisi transportasi yang semakin padat di pusat kota, menurut Tommy, akan mendorong preferensi penyewa dalam memilih gedung perkantoran yang mengarah ke kawasan di luar pusat bisnis utama.
Adapun tren pasar kondominium tahun ini lebih banyak diminati kelas menengah dengan harga di bawah Rp 1 miliar.
Ketatnya persaingan di pasar kondominium akan mendorong pengembang untuk terus menawarkan harga dan sistem pembayaran yang menarik.
Sementara itu, kata Tommy, permintaan pasar perumahan juga meningkat.
”Muncul kecenderungan pengembangan kawasan perumahan tidak hanya sebagai unit hunian, tetapi juga terintegrasi dengan aktivitas gaya hidup di dalamnya,” ujar Tommy.
Tahun 2010, dari segi permintaan, pasar properti tumbuh signifikan. Begitu pula dengan harga sewa dan harga jual.
Permintaan bersih perkantoran tahun 2010 mencapai 150.000 meter persegi, atau naik 37
Membaiknya tingkat permintaan itu mendorong hunian perkantoran naik 3 persen selama tahun 2010 sehingga harga sewa ruang perkantoran naik 2,4 persen.
Sementara itu, permintaan pasar kondominium pada 2010 meningkat hingga 58 persen. Hal ini dipicu oleh permintaan dari kelas menengah. Tingginya permintaan mendorong kenaikan
Kenaikan harga juga terjadi di pasar perumahan, yakni rata-rata 11,8 persen, yang didorong oleh permintaan riil.
Adapun permintaan di pasar ritel justru turun. Permintaan ritel tahun 2010 hanya 170.000 meter persegi, atau turun 17 persen dibandingkan tahun 2009.