Gedung dpr

Marzuki: Fraksi Gerindra Tak Konsisten

Kompas.com - 11/01/2011, 19:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua DPR RI Marzuki Alie kesal disebut melakukan kebohongan publik terkait persetujuan fraksi-fraksi terhadap rencana pembangunan gedung baru DPR. Marzuki kesal karena tudingan yang dilontarkan oleh Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon itu berbeda dengan sikap Fraksi Gerindra di DPR.

"Jangan mudah katakan Ketua DPR lakukan pembohongan pulik, tolong dicek, jangan ngomong di media dulu. Kalau anak buah tidak amanah, silakan hukum anak buahnya. Tidak baik tuduh orang, apalagi tidak klarifikasi," kata Marzuki Alie dalam keterangan pers di DPR, Selasa (11/1/2011).

"Saya tidak kenal Fadli Zon di DPR, fraksi yang mewakili di DPR, kalau ada masalah tugaskan fraksinya, jangan salahkan orang-orang di DPR sini. Saya justru tidak terlibat dan saya hanya meluruskan saja. Dia yang pimpin kok," sambungnya.

Menurut Marzuki, dalam Panja Gedung Baru terdapat Wakil Ketua BURT DPR RI Pius Lustrilanang yang merupakan kader Gerindra. Dari perkembangan di Panja-lah maka Marzuki mengaku berani mengatakan bahwa semua fraksi telah sepakat.

"Saya tegaskan bahwa apa yang disampaikan adalah hasil dari apa yang dilakukan oleh institusi yang ada di Dewan. Pertama, rencana strategis DPR itu disahkan dalam rapat paripurna bahwa di dalamnya itu tolong tanyakan Pius sebagai orangnya Gerindra, Wakil Ketua BURT, dan Ketua Panja Bangunan itu, bagian dari renstra DPR dan dibahas di BURT yang diwakili oleh seluruh fraksi di DPR. Coba cek di notulen rapat, ada tidak yang menolak yang mewakili fraksi, satu fraksi pun," paparnya.

Selain itu, politisi Demokrat ini juga mengaku menggelar rapat konsultasi pimpinan Dewan, tim teknis, dan ketua fraksi DPR. Dalam forum itu tak terdengar satu pun penolakan. "Tolong dicek dan dijawab sendiri, apakah saya yang melakukan pembohongan publik atau fraksi yang melakukan manuver pembohongan publik," katanya.

Marzuki meminta Gerindra turut membangun DPR dengan etika, sopan santun, dan beradab agar citra DPR bisa makin diperbaiki. Menurutnya, rencana pembangunan gedung baru akan dibatalkan jika ada satu fraksi yang tak setuju.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau