Dua Younghusband ke Jakarta

Kompas.com - 12/01/2011, 04:35 WIB

 

 

 

 

 

 

 

JAKARTA, KOMPAS - Tim Jakarta 1928 menggaet dua gelandang bersaudara anggota timnas Filipina, Philip Younghusband dan James Younghusband, selama tiga musim untuk tampil di Liga Primer Indonesia. Penandatanganan kontrak keduanya akan dilakukan di Manila, Filipina, Rabu (12/1) ini.

 

”Dua pengurus Jakarta 1928 dan satu wakil LPI bertolak ke Manila, Rabu. Begitu kontrak ditandatangani, Philip dan James Younghusband sudah milik kami dan bisa tampil di laga perdana yang dijadwalkan 23 Januari,” kata Hadi Basalamah, Presiden Jakarta 1928, Selasa (11/1).

Hadi enggan mengungkapkan nilai kontrak dua alumni Akademi Sepak Bola Chelsea itu. Sekadar gambaran, kontrak tertinggi pemain lokal Liga Primer Indonesia (LPI) saat ini dipegang striker Persema Malang, Irfan Bachdim, yang disebut-sebut berkisar Rp 3 miliar untuk tiga musim.

Pemain lokal termahal kedua adalah striker Persibo Bojonegoro, Samsul Arif, dengan kontrak Rp 2,5 miliar selama tiga musim.

Mengenai perekrutan Philip dan James, Hadi mengatakan, pendekatan kepada

”Younghusband bersaudara” itu dilakukan saat Filipina berlaga di semifinal Piala AFF 2010 melawan Indonesia di Jakarta, Desember.

Coret APBD klub Jakarta

Di tempat terpisah, Sekretaris Fraksi PDI-P DPRD DKI Jakarta Jhonny Simanjuntak meminta Pemprov DKI Jakarta membatalkan alokasi anggaran bagi Persija dan Persitara dalam APBD DKI 2011 sekitar Rp 37 miliar.

Menurut Jhonny, Persija dan Persitara harus meniru kesebelasan yang berlaga di LPI, yang mampu mandiri tanpa dana APBD. ”Coret saja anggaran bagi Persija dan Persitara dan alihkan untuk menyediakan lapangan sepak bola di kecamatan. Apalagi, kedua kesebelasan itu tidak pernah berprestasi,” kata Jhonny.

Jika anggaran itu digunakan membangun stadion di tingkat kecamatan, banyak anak Jakarta dapat menjadi pemain sepak bola yang hebat dalam 10 tahun mendatang. Selain itu, dana APBD tersebut dapat juga digunakan untuk memperbaiki fasilitas-fasilitas olahraga yang rusak.

Berdasarkan data Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta 2010, sebanyak 120 dari 139 fasilitas olahraga rusak, mulai dari rusak parah sampai rusak ringan. Sebanyak 75 fasilitas rusak parah dan 45 fasilitas rusak sedang.

PSM naikkan nilai kontrak

Di Makassar, manajemen PSM Makassar mengukuhkan kontrak 21 pemain lokal untuk tampil di LPI. Sebanyak 16 pemain di antaranya penggawa PSM di Liga Super Indonesia (LSI), seperti Andi Oddang, Supriyono, dan Diva Tarkas.

Managing Director PSM Makassar Husain Abdullah, Selasa, mengatakan, manajemen masih membutuhkan lima pemain asing. Tiga pemain asing yang sempat memperkuat PSM dalam LSI, yakni Marwan Sayedeh (Suriah), serta Goran Subara dan Srecko Mitrovic (Australia), telah direkomendasi pelatih untuk dipertahankan.

”Negosiasi kontrak ketiganya ditangani oleh konsorsium Liga Primer Indonesia karena nilainya lebih dari Rp 2 miliar untuk dua tahun,” ujar Husain.

Menurut kuasa hukum PSM, Syahrir Cakkari, 21 pemain telah menandatangani kontrak dua tahun dengan nilai kontrak lebih tinggi ketimbang saat bermain di LSI. Andi Oddang dan Supriyono, misalnya, mendapatkan Rp 1,25 miliar-Rp 1,45 miliar untuk dua musim kompetisi.

Di Bandung, Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf mengatakan, LPI berpotensi meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia. ”Saya akan menonton laga pertama tim LPI asal Jawa Barat, Bandung FC. Selain saya penggila sepak bola, sepertinya tidak ada larangan untuk menonton pertandingan sepak bola,” katanya.

Persebaya 1927 dan Persibo membutuhkan amunisi baru setelah laga perdana mereka di LPI.

(ECA/RIZ/CHE/APO/SAM)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau