Puting beliung

Aduuuh.... Sekolahnya Ambruk!

Kompas.com - 12/01/2011, 16:21 WIB

BANGKALAN, KOMPAS.com - Angin puting beliung menerjang gedung SDN Klampis Barat, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Rabu (12/1/2011).

Kepala sekolah SDN Klampis Barat, Achmad Mostari mengatakan, peristiwa itu berawal ketika hujan deras disertai angin puting beliung yang menerjang kawasan Klampis.

"Kemudian angin menyapu gedung SDN ini, yang mengakibatkan atap dua lokal ambruk serta temboknya roboh," kata Mostar.

Mostar menjelaskan, dua lokal yang ambruk tersebut ditempati kelas V dan VI. Pihak sekolah kemudian menghentikan kegiatan belajar mengajar demi alasan keamanan.

"Karena kondisinya tidak memungkinkan, akhirnya kami mengambil kebijakan bahwa sekarang kegiatan belajar dihentikan dulu. Besok sekolah kembali masuk," katanya.

Menurut Mostar, SDN Klampis Barat mempunyai siswa sebanyak 281 orang. Adapun gedung SDN sendiri dibangun pada tahun 1982. Sejak itu, pihak sekolah belum pernah melakukan rehabilitasi terhadap gedung SD.

"Kami tidak pernah memperbaiki gedung ini. Dana BOS yang kami terima tidak untuk merehab gedung, tapi dialokasikan pada yang lain," ungkapnya.

Mostar menambahkan ke depan proses kegiatan belajar mengajar untuk kelas V dan VI ruang kelasnya akan bergantian dengan kelas I dan II. Hal itu dilakukan karena ruang kelas V dan VI tidak bisa ditempati.

Camat Klampis, Aka Setiadji, mengatakan sebaiknya KBM untuk kelas V dan VI dipindah ke gedung madrasah. Hal itu dikarenakan pelaksanaan ujian nasional (UN) sudah dekat.

"Agar siswa bisa berkonsentrasi dalam belajar, mereka membutuhkan gedung yang layak untuk tempat belajar seperti madrasah," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau