Mafia hukum

Polisi Evaluasi Penyidikan Paspor Gayus

Kompas.com - 13/01/2011, 15:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Mabes Polri tengah melakukan gelar perkara terbatas antar penyidik untuk melihat hasil perkembangan penyidikan dugaan pemalsuan paspor atas nama Sony Laksono. Penyidik mengevaluasi hasil pemeriksaan terhadap Gayus Tambunan, tersangka A dan saksi AG.

"Untuk melihat perkembangan yang terjadi dan tentu akan menentukan langkah-langkah dalam satu, dua hari ke depan," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes (Pol) Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (13/1/2010).

Hari ini, para penyidik, lanjut Boy, melakukan analisa yuridis terhadap fakta-fakta yang terkumpul. "Seandainya ada perkembangan lebih lanjut atau ada pihak-pihak yang perlu didengar keterangannya tentu kita akan lihat beberapa hari ke depan," paparnya.

Terkait penyidikan, Boy juga mengatakan, pihaknya masih membutuhkan keterangan Milana Anggraeni, istri Gayus H Tambunan. Milana akan kembali diperiksa di Mabes Polri dengan jadwal pemeriksaan yang belum dapat dipastikan.

"Saya belum tahu apakah hari ini atau besok tapi memang ada jadwal untuk mendengarkan kembali," katanya.

Apakah kemudian Milana akan menyusul Gayus dan A menjadi tersangka? Boy menjawab, penyidik masih mempelajari sejauh mana keterlibatan Milana. "Kalau ada (keterlibatan) tentu statusnya akan sebagai tersangka," ujarnya.

Sebelumnya, pihak kepolisian menetapkan Gayus H Tambunan sebagai tersangka dalam dugaan pemalsuan paspor dan penggunaan paspor palsu. Selain Gayus, seorang calo paspor berinisial A yang diduga membuat foto Sony Laksono juga ditetapkan sebagai tersangka.

Selain kedua tersangka, polisi juga memeriksa AG, pria yang mengaku mengenalkan Gayus dengan tersangka A. Diketahui, AG adalah sahabat Gayus. Pihak kepolisian, menurut Boy, belum menemukan bukti yang menunjukkan bahwa AG juga menerima uang pembiayaan paspor palsu dari Gayus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau