Kali Code Dipasangi Peringatan Lahar

Kompas.com - 13/01/2011, 18:37 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com Pemerintah Kota Yogyakarta memasang sistem peringatan dini (early warning system/EWS) banjir lahar dingin di Kali Code, Kamis (13/1/2011). Alat itu akan menjadi sumber informasi masyarakat bantaran kali saat menghadapi ancaman banjir lahar dingin hasil erupsi Merapi.

EWS yang dipasang di Kampung Ledok Macanan, Kelurahan Suryatmajan, Danurejan, itu diresmikan penggunaannya oleh Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto. EWS berfungsi sebagai sarana bagi masyarakat sekitar bantaran untuk mendapatkan informasi ketinggian air di hulu Code dan potensi bahayanya bagi mereka.

EWS terdiri dari satu penerima sinyal radio dan satu pengeras suara yang memiliki radius jangkauan 500 meter. Secara rinci EWS bekerja dengan mekanisme pemantauan visual oleh petugas yang ditempatkan di hulu Code.

Hasil pemantauan diteruskan melalui sistem komunikasi radio ke operator yang berkantor di Posko Induk Banjir Code Pemkot Yogyakarta. Di posko itu informasi diolah dan dipilah sebelum diumumkan kepada masyarakat bantaran melalui pengeras suara yang terpasang.

Herry mengatakan, EWS ini sebagai salah satu alat antisipasi bencana banjir lahar Kali Code yang tidak bisa dipastikan sampai kapan dan seberapa besar. "Ini sekaligus menjadi satu-satunya pegangan informasi bagi masyarakat agar tidak bingung dengan banyaknya informasi soal banjir yang beredar," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau