Cuaca buruk

Empat Nelayan Lamongan Raib Saat Melaut

Kompas.com - 14/01/2011, 08:31 WIB

LAMONGAN, KOMPAS.com - Perahu nelayan asal Sedayulawas, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dihantam ombak di sekitar perairan Ujungpangkah Kabupaten Gresik, Selasa lalu.

Dua nelayan selamat, empat nelayan yang dinyatakan hilang hingga Jumat (14/1/2011) belum ditemukan. Empat nelayan yang belum ditemukan yakni Andri (21), Jihad (35), Yanto (37), dan Munir (37). Dua nelayan yang selamat adalah Sutikno (29) dan Firman (19). Keduanya ditemukan nelayan lain saat terombang-ambing di tengah laut.

Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Lamongan, Sudarlin, pagi ini menuturkan peristiwa itu berawal pada Selasa lalu sekitar pukul 15.00WIB saat sembilan nelayan melaut dengan dua perahu membawa jaring tongkol. Andri, Jihad, Yanto, Munir, Sutikno, dan Firman berada dalam satu perahu. Di perahu lainnya ada Yadin (36), Rokhiem (34), dan Danu (25).

Kedua perahu berpencar saat berada dalan radius 22 mil dari daratan atau di perairan utara Desa Weru, Kecamatan Paciran. Pada Rabu sekitar pukul 05.00 saat di perairan Ujungpangkah Kabupaten Gresik terjadi angin kencang dan ombak mencapai 3 meter menghantam perahu yang ditumpangi enam nelayan. Perahu itu pecah, nelayan beramburan.

Hingga Kamis baru Sutikno dan Firman yang sudah ditemukan dalam kondisi selamat, empat lainnya belum diketahui nasibnya. Polisi perairan Lamongan, dan nelayan masih melakukan pencarian hingga saat ini.

Pencarian dilakukan hingga ke wilayah perairan Gresik bahkan sampai perairan Klampis dan Kangean, Madura. "Mudah-mudah mereka ditemukan dalam keadaan selamat," kata Sudarlin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau