LAMONGAN, KOMPAS.com - Perahu nelayan asal Sedayulawas, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dihantam ombak di sekitar perairan Ujungpangkah Kabupaten Gresik, Selasa lalu.
Dua nelayan selamat, empat nelayan yang dinyatakan hilang hingga Jumat (14/1/2011) belum ditemukan. Empat nelayan yang belum ditemukan yakni Andri (21), Jihad (35), Yanto (37), dan Munir (37). Dua nelayan yang selamat adalah Sutikno (29) dan Firman (19). Keduanya ditemukan nelayan lain saat terombang-ambing di tengah laut.
Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Lamongan, Sudarlin, pagi ini menuturkan peristiwa itu berawal pada Selasa lalu sekitar pukul 15.00WIB saat sembilan nelayan melaut dengan dua perahu membawa jaring tongkol. Andri, Jihad, Yanto, Munir, Sutikno, dan Firman berada dalam satu perahu. Di perahu lainnya ada Yadin (36), Rokhiem (34), dan Danu (25).
Kedua perahu berpencar saat berada dalan radius 22 mil dari daratan atau di perairan utara Desa Weru, Kecamatan Paciran. Pada Rabu sekitar pukul 05.00 saat di perairan Ujungpangkah Kabupaten Gresik terjadi angin kencang dan ombak mencapai 3 meter menghantam perahu yang ditumpangi enam nelayan. Perahu itu pecah, nelayan beramburan.
Hingga Kamis baru Sutikno dan Firman yang sudah ditemukan dalam kondisi selamat, empat lainnya belum diketahui nasibnya. Polisi perairan Lamongan, dan nelayan masih melakukan pencarian hingga saat ini.
Pencarian dilakukan hingga ke wilayah perairan Gresik bahkan sampai perairan Klampis dan Kangean, Madura. "Mudah-mudah mereka ditemukan dalam keadaan selamat," kata Sudarlin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang