JAKARTA, KOMPAS.com — Hanya dalam sepekan, sebanyak 424 pengendara kendaraan terkena tilang di empat koridor bus transjakarta wilayah Jakarta Utara. Pelanggaran terbanyak dilakukan pengendara sepeda motor. Kepala Satuan Lalu Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Utara Komisaris Adhie Santika mengatakan, dari total 424 pelanggar, sebanyak 60 persen adalah pengendara sepeda motor dan 40 persen pengendara mobil. Pelanggaran terbanyak terjadi di Jalan Yos Sudarso karena di ruas jalan itu banyak titik putar balik dan perpotongan-perpotongan jalan. "Kami sudah mengusulkan pada Dinas Perhubungan untuk menambah rambu-rambu lalu lintas dan memperbaiki jalur bus transjakarta," ucapnya, Jumat (14/1) di Koja, Jakarta Utara. Di Jalan Yos Sudarso, arus lalu lintas terlihat padat. Jalur bus transjakarta sering kali dimanfaatkan oleh kendaraan lain, baik sepeda motor, truk kontainer, bus umum, kendaraan pribadi, maupun mikrolet. Pada jam-jam sibuk, seluruh kendaraan sering kali bercampur baur dan sulit ditertibkan. Karena padatnya kendaraan, para petugas sering kali kewalahan mengatur lalu lintas maupun mensterilkan jalur bus transjakarta. "Karena pelanggaran jalur bus transjakarta masih tinggi, kami mengusulkan penambahan 25 personel ke Direktorat Satuan Lalu Lintas Polda Metro Jaya untuk mensterilkan jalur bus transjakarta. Saat ini, kami telah menyiagakan 50 personel,"ucapnya. Sementara itu, untuk mensterilkan jalur bus transjakarta, Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara juga menyiagakan 65 petugas. Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara Syamsul Mirwan mengungkapkan, penjagaan difokuskan pada pagi hari dan sore hari, yaitu pada saat puncak kemacetan. "Untuk penjagaan pagi hari, kami siagakan 30 petugas dan sore hari juga 30 petugas. Namun, pada malam hari kami hanya menyiagakan lima petugas karena relatif sepi," ujarnya. Bus transjakarta melewati kawasan Jakarta Utara di empat koridor. Keempat koridor tersebut adalah koridor X Tanjung Priok-Cililitan yang meliputi Jalan Yos Sudarso dan Jalan Enggano, koridor IX P luit-Pinang Ranti yang melintas di Pluit, koridor V Ancol-Kampung Melayu, khususnya di ruas Gunung Sahari, dan koridor II Pulo Gadung-Harmoni di ruas Jalan Perintis Kemerdekaan.