Penjara Terbakar, 42 Narapidana Tewas

Kompas.com - 16/01/2011, 02:31 WIB

TUNIS, KOMPAS.com — Sebuah kebakaran di penjara Tunisia menewaskan setidaknya 42 tahanan. Sementara kejadian di penjara lainnya yang terkait krisis politik di Tunisia mengakibatkan sejumlah orang mengalami cedera.

"Tiga puluh satu jenazah dibawa ke kamar mayat dan 11 lainnya juga telah menyusul," kata Kepala Departemen Pengobatan Forensik, dr Ali Chatli, di Rumah Sakit Fatouma Bourguiba di Monastir, 160 kilometer di selatan kota Tunis.

Chatli mengatakan, kebakaran disebabkan oleh seorang tahanan yang membakar kasur di sebuah asrama yang ditempati hampir 90 orang yang berupaya melarikan diri.

Pada saat bersamaan, tembakan dilakukan di luar penjara sehingga menimbulkan kepanikan lebih parah.

Kebakaran terjadi di saat Tunisia sedang mengalami kekacauan akibat penggulingan Presiden Zine Abidine Ben Ali setelah beberapa pekan unjuk rasa yang ricuh melawan kekuasaannya dengan dilaporkan bahwa lebih dari 60 orang tewas oleh polisi.

Para saksi mata di Messadine yang berlokasi tidak jauh dari Monastir mengatakan, sejumlah wanita mengalami cedera akibat penembakan setelah sejumlah keluarga terburu-buru menuju penjara kota atas berita mengenai pembebasan beberapa tahanan.

Para saksi mata mengatakan, sejumlah orang berpakaian seperti polisi telah menyebarkan isu tersebut, kemudian menembak ke arah keramaian dengan beberapa senjata yang disita dari kota tetangga, Msaken.

Kepala Rumah Sakit Kota Mahdia di selatan, Radhouane Harbi, mengatakan, sebuah serangan di penjara telah mencederai tiga orang dan menambahkan bahwa Harbi menduga sejumlah kematian telah terjadi di dalam penjara itu.

Beberapa saksi mata di Tunis barat melaporkan, serangan di penjara terbesar negara itu terjadi di Mornaguia dan juga Feija.

Di daerah Mornaguia, sejumlah helikopter militer terbang berkeliling kawasan itu dengan memperingatkan masyarakat akan bahaya peluru yang salah sasaran.

Seorang anggota Serikat Pekerja Tunisia (UGTT) cabang regional, Sadok Mahmoudi, mengatakan bahwa di Kasserine tengah, di mana lebih dari 50 warga dilaporkan tewas dalam tiga hari pada kerusuhan pekan lalu, terdapat upaya percobaan serangan di penjara kota itu.

Dia mengatakan, masyarakat setempat telah berupaya membebaskan kerabat dan teman mereka yang ditahan di penjara itu. Perdana Menteri Tunisia, Mohamed Ghannouchi, mengatakan pada Rabu bahwa seluruh warga yang ditangkap sewaktu kerusuhan sedang dibebaskan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau