Sehari Terjadi Dua Perampokan

Kompas.com - 19/01/2011, 03:45 WIB

Jakarta, Kompas - Dalam sehari terjadi dua perampokan di Jakarta Timur, Selasa (18/1). Di Cakung perampok membacok korban, Sayati (60), dan merampas uang lebih dari Rp 100 juta, lalu melepaskan tembakan ke udara. Di Duren Sawit massa menghajar perampok yang melukai korban.

Kasat Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur Komisaris Dody Rahmawan menjelaskan, perampokan di Cakung terjadi di Kawasan Industri Pulogadung, Jalan Rawa Udang RT 4 RW 2, Rawa Teratai, pukul 11.00.

Sayati bersama Sidik (50), Rusyadi (40), dan Hasyim (31) hendak membayar besi bekas ke salah satu pabrik di Jalan Udang. Sebelumnya, Sayati mengambil uang di Bank BCA Rawamangun, Jaktim, sekitar Rp 100 juta.

Setelah kiriman besi tua datang, Sayati keluar dari mobil Honda CRV merah bernomor polisi L 1217 EZ. Dia ke pintu belakang kantor PT Pangeran Karang Murni untuk membayar.

Mendadak datang empat pria dengan sepeda motor Yamaha Mio dan Honda Supra mencegatnya. Dua pria turun dari motor menghampiri Sayati seraya membawa celurit dan senjata api.

Mereka merampas tas selempang korban yang berisi uang. Korban melawan sehingga perampok membacok pergelangan tangannya dengan celurit. Saat teman-teman korban hendak membantu, seorang pelaku melepas tembakan ke udara.

Dody mengatakan, terdengar dua kali tembakan ke udara.

Massa menghajar pelaku

Di Duren Sawit perampokan terjadi pukul 12.30. Massa menghakimi Acep Samsudin yang hendak merampok dan melukai korban, Gusnaeni.

Menurut Kapolsek Metro Duren Sawit Komisaris Titik Setyowati, peristiwa itu terjadi di warung kelontong di Rawa Bahagia RT 7 RW 4, Pondok Kopi, Duren Sawit.

Semula pelaku datang ke rumah korban karena hendak meminjam uang dari Desi, adik korban. Saat menunggu, Acep minum kopi. Dia melihat segepok uang di laci dan berniat mencuri.

Ulah Acep ini tepergok Gusnaeni. Gusnaeni spontan berteriak. Mendengar teriakan itu, Acep panik lalu membekap serta mencekik korban hingga jatuh dan merobohkan rak piring. Acep mengambil obeng dan hendak menusuk korban. Dia mengurungkan perbuatannya karena ada pembeli datang.

Acep lari ke luar warung. Gusnaeni kembali berteriak. Warga berdatangan lalu memburu dan menghajar Acep. (WIN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau