Seleksi ptn

Unibraw Siapkan 70 Persen Lewat SNMPTN

Kompas.com - 19/01/2011, 14:50 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang akan memenuhi aturan yang diwajibkan pemerintah dalam seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), yakni 60 persen jalur nasional dan 40 persen jalur mandiri.

Rektor Unibraw Prof Yogi Sugito, Senin (17/1/2011) kemarin, mengatakan, pihaknya siap melakukan seleksi jalur nasional sesuai Permendiknas Nomor 34 Tahun 2010 tentang SNMPTN. Bahkan, dalam seleksi jalur itu akan ditambah 10 persen.

"Jika sesuai peraturan memang 60 persen. Tetapi, kami komitmen akan menjaring sebanyak 70 persen mahasiswa baru untuk jalur nasional tersebut," ungkapnya.

Ia menjelaskan, penambahan kuota itu dirasa penting mengingat tingginya peminat calon mahasiswa yang ingin belajar di UB. Selain itu, memberi peluang lebih banyak kepada masyarakat luar Pulau Jawa merupakan hal yang harus mulai dipertimbangkan.

Untuk kuota jalur nasional, calon mahasiswa akan diseleksi melalui jalur undangan dengan mempertimbangkan nilai rapor siswa dan tes tulis atau tes Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2011.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau