Denny Indrayana, Gayus Once Talked about Avoiding Summons

Kompas.com - 20/01/2011, 08:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - The secretary of the Task Force for Eradication of Judicial Mafia, Denny Indrayana, once talked with Gayus Tambunan about "avoiding" summons. The task force disclosed this through a transcript it distributed to newsmen at a press conference here on Wednesday which was also attended by Denny.

According to the transcript the two met at the office of the president’s special staff for legal affairs, human rights and eradication of corruption, collusion and nepotism. The office is located in Bina Graha, a building in the presidential office compound.

The talks on March 24, 2010 also involved Rony. During the talks Denny suggested that Gayus should not talk to the media first and also offered protection and legal aid from several lawyers.

Denny said the task force, the Corruption Eradication Commission (KPK) and the LPSK (witness protection agency) would sit. No explanation was given with regard to the use of the term "sit".

Denny also touched on the issue of summons. "Soon after knowing about the summons, the first and second we can still avoid. We meet first. What I mean is to arrange steps," Denny said.

During the press conference the task force also distributed the transcript of other talks between Denny and Gayus through a Blackberry Messenger service. Denny in the conference declined to explain the context in which the sentence he had said especially the term "ngeles" (to avoid summons) was used.

He also declined to explain the term "summons" whether it came from the police or others. Denny earlier explained a lot about the talks with Gayus through Blackberry Messenger about Denny’s unawareness of Gayus’ whereabouts.

Until the end of the conference Denny would not explain about the term "avoiding" the summons despite the insistence of newsmen. Gayus had been sentenced to seven years in jail on Wednesday for corruption. After the session Gayus made a statement at the court room that the task force knew the investigation that led to his conviction.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau