Kriminalitas

Uang Palsu Senilai Rp 2,4 Miliar Disita

Kompas.com - 21/01/2011, 18:36 WIB

BANYUMAS, KOMPAS.com — Kepolisian Resor Banyumas, Jawa Tengah, menyita barang bukti berupa uang palsu senilai Rp 2.423.705.100 dari seorang pengedar uang palsu asal Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (21/1/2011). Tersangka pembawa uang palsu tersebut diduga merupakan bagian dari jaringan sindikat uang palsu.

Uang-uang palsu tersebut terdiri atas pecahan Rp 100.000 sebanyak 801 lembar (senilai Rp 81 juta), pecahan 100 dollar AS sebanyak 187 lembar (senilai Rp 168.300.000), pecahan 2.000 leu Romania sebanyak 372 lembar (senilai Rp 1.817.466.000), pecahan 1.000 leu Romania sebanyak 89 lembar (senilai Rp 249.191.100), satu lembar 10.000 dan dua lembar 5.000 real Brasil (senilai Rp 107.748.000).

Kepala Polres Banyumas Ajun Komisaris Besar Untung Widiyatmoko mengungkapkan, tersangka pembawa uang palsu tersebut berinisial Iim (45). Dia ditangkap saat beristirahat di sebuah stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) di daerah Wangon, Banyumas.

Penangkapan pengedar uang palsu ini merupakan pengembangan dari kasus sebelumnya. Pengedar ini memakai nama samaran Iim (45), wiraswasta warga Cilacap. "Kini kami sedang mengembangkan untuk menangkap pengedar yang lebih besar dan dari mana uang palsu itu dibuat," ujar dia.

Saat ditangkap, Iim sedang dalam perjalanan menuju Purwokerto. Uang-uang palsu itu diperolehnya dari seseorang di Surabaya, Jawa Timur.

Dari bentuknya, uang-uang palsu tersebut cenderung lebih kasar dari aslinya saat permukaannya diraba. Sebagian besar nomor seri masing-masing lembaran uang sama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau