Kebakaran

Sehari, Empat Kali Terjadi Kebakaran

Kompas.com - 21/01/2011, 19:36 WIB

SAMARINDA, KOMPAS.com - Empat kali terjadi kebakaran di Samarinda, Kalimantan Timur, sepanjang Jumat (21/1/2011) dini hari hingga siang.

Dilaporkan, kebakaran pertama berlangsung di Jalan Tekukur, Samarinda Utara, Jumat dinihari sekitar pukul 01.20 WITA.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kebakaran tersebut menghanguskan mess milik Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.

"Api bisa segera dikuasai setengah jam kemudian atau sekitar pukul 01.50 WITA. Kebakaran bisa dilokalisir hingga tidak meluas ke pemukiman warga setelah kami mengerahkan seluruh mobil Pemadam Kebakaran (PMK) menuju lokasi," ungkap Kepala Seksi Operasional PMK Kota Samarinda, Makmur Santoso, Jumat.

Kebakaran kedua terjadi di Jalan Lambung Mangkurat RT. 21 dan RT. 22 Kelurahan Pelita, Samarinda Ilir, Jumat pagi sekitar pukul 08.00 WITA.

Kebakaran tersebut menghanguskan enam rumah milik lima KK (Kepala Keluarga) dari 30 jiwa. "Api berhasil dikuasai 45 menit kemudian atau sekitar pukul 08.45 WITA," ujar Makmur Santoso.

Tidak berselang lama atau sekitar pukul 08.45 WITA, sebuah kapal tangker meledak di Pelabuhan Pertamina, Jalan Slamet Riyadi Kecamatan Sungai Kunjang.

"Jadi, mobil PMK tidak sempat kembali dan langsung menuju lokasi ledakan kapal tangker itu. Ledakan tersebut tak sampai menyebabkan kebakaran namun sempat juga membuat panik dan menghawatirkan karena lokasinya berada di pelabuhan milik Pertamina," katan Kepala Seksi Operasional PMK Kota Samarinda itu.

Berselang tiga puluh menit kemudian atau sekitar pukul 09.30 WITA, kebakaran kembali terjadi di Kelurahan Karang Mumus, Gang Karya, Kecamatan Samarinda Utara.

Kebakaran itu menghanguskan dua rumah milik tiga KK dari 10 jiwa.

"Selama dua jam, terjadi tiga kali kebakaran dan hari ini (Jumat) berlangsung empat kebakaran di Samarinda. Padahal, saat ini masih musim hujan dan sudah rawan terjadi kebakaran apalagi jika musim kemarau. Jadi, kami kembali mengingatkan masyarakat agar terus mewaspadai kemungkinan terjadinya kebakaran," kata Makmur Santoso.

Namun, Kepala Seksi Operasional PMK Kota Samarinda itu mengaku belum mengetahui penyebab kebakaran yang terjadi di empat lokasi tersebut.

"Sejauh ini kami belum tahu peyebabnya sebab masih diselidiki pihak kepolisian," ungkap Kepala Seksi Operasional PMK Kota Samarinda tersebut.

Hingga Jumat sore, polisi masih terus menyelidi penyebab kebakaran di empat lokasi di Samarinda itu, termasuk ledakan kapal tangker di Pelabuhan Pertamina.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau