JAKARTA, KOMPAS.com- Kuasa hukum Omar Hallak, Dwi Heri Sulistiawan, membantah kliennya punya hubungan khusus dengan Lusi Oei, tersangka pembobolan rekening Omar di Bank Victoria. Justru, Omar menaruh kepercayaan kepada Lusi untuk mengelola keuangan pribadi dan yayasan pendidikan milik Omar dan rekan-rekannya karena dianggap profesional.
"Sama sekali tidak ada hubungan khusus, apalagi disebut-sebut Lusi adalah wanita simpanan Omar," kata Dwi kepada Kompas.com melalui telepon, Sabtu (22/1/2011) kemarin di Jakarta.
Dwi menambahkan, Omar tertarik membuka rekening di Bank Victoria pada 2002 setelah disarankan oleh teman. "Dikira kliennya, menyimpan uang di bank itu sama saja karena pasti aman dan menguntungkan," ujarnya.
Omar mengenal Lusi ketika bertemu di Bank Victoria cabang Muara Karang. Sebagai staf marketing, Lusi fasih berbahasa Inggris dan sangat bekerja profesional. "Karena kemampuan bahasa dan etos kerja yang profesional itu, Omar percaya dengan Lusi untuk mengatur keuangannya," katanya.
Awal 2008, lanjut Dwi, Lusi mengundurkan diri dari Bank Victoria. Saat ditanya Omar kenapa mundur, Lusi menjawab ada dugaan pejabat bank yang korupsi di tempat lamanya itu.
Omar kemudian menawari Lusi gabung ke Yayasan Islamic Scool di Sentul pada April 2008. Di yayasan milik Omar Hallak dan rekan-rekannya itu, dia bekerja sebagai Finance and Accounting Staff.
Seperti diberitakan, Lusi mengaku, Omar menjadikan dirinya sebagai wanita simpanan sejak 2001 saat dia masih bekerja di Bank Mega. Ketika Lusi pindah ke Bank Victoria pada 2002, Omar pun memindahkan seluruh tabungannya ke bank tempat kerja Lusi yang baru itu.
"Tahun 2008 saya ikut tinggal di rumahnya di Australia selama setahun. Saya ini sudah 7 tahun jadi simpanan dia (Omar). Tapi, gara-gara kasus ini, jangan habis manis sepah dibuang dong," keluh Lusi kepada para wartawan usai wajib lapor dan menyerahkan dokumen ke Direktorat Reserse Khusus Polda Metro Jaya, Kamis (20/1/2011).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang