Pada beberapa kebutuhan, sensor besar tak bisa dipakai, misalnya pada pemotretan bagian dalam tubuh manusia dengan kamera khusus yang harus dimasukkan ke badan lewat mulut atau anus.
Sensor kecil yang punya mutu gambar rendah adalah kebutuhan tak terelakkan manakala kita harus memotret dengan kamera yang mungil. Dalam dunia nyata, hanya sensor kecillah yang bisa dipakai pada telepon genggam dan kamera-kamera saku mungil.
Seperti telah disebut di alinea pertama, sensor besar adalah yang terbaik. Sebaliknya, sensor kecil mutunya buruk.
Namun, baik atau buruk untuk masalah sensor, itu adalah masalah teknologi. Sampai kapan pun sensor besar memang lebih baik daripada sensor kecil. Namun, sejalan dengan waktu, sensor kecil akan makin baik dan makin baik.
Bukti nyata bahwa sensor kecil saat ini sudah masuk taraf sangat baik adalah pada sebuah telepon genggam Nokia N8. Dengan sensor yang kecil, Nokia N8 bisa menghasilkan gambar yang sangat baik, bahkan sampai diperbesar beberapa puluh kali seperti pada gambar.
Nokia memang tidak memberi tahu sensor ukuran berapa yang dipakainya. Namun, kita bisa mengetahuinya dengan cara sebagai berikut. Cara ini juga bisa dipakai untuk mencari tahu ukuran sensor telepon genggam apa pun.
Cari info panjang fokal lensa yang dipakai N8. Dan itu adalah 5,4 mm seperti tertera dalam spesifikasi yang menyertainya.
Kemudian bandingkan sudut cakupan hasil pemotretannya dengan cakupan sebuah kamera DSLR tipe Full Frame (FF). Nokia N8 punya cakupan mirip lensa 28 mm.
Bagilah cakupan dengan panjang fokal. Jadi, 28 dibagi 5,4 yang hasilnya adalah 5,185185185. Angka ini yang biasa dinamakan ”crop factor”.
Masukkan crop factor ke dalam tabel di bawah. Anda kini tahu ukuran sensor telepon genggam yang Anda miliki.
Sensor kecil akan makin baik dan baik sejalan dengan waktu. Di masa depan, sensor kecil adalah segala-galanya.
Dalam dunia kamera modern, kalau bisa kecil, mengapa tidak?