Tunisia Minta Kanada Tangkap Ipar Ben Ali

Kompas.com - 28/01/2011, 08:14 WIB

OTTAWA, KOMPAS.com - Tunisia meminta pihak berwenang Kanada untuk menangkap saudara ipar presiden terguling Tunisia, Zine El Abidine Ben Ali, kata Kedutaan Besar Tunisia di Ottawa, Kamis. "Kedutaan hari ini secara resmi telah meminta pihak berwenang Kanada untuk menangkap Belhassen Trabelsi," kata penasehat kedutaan Nejemeddine Lakhal kepada AFP.

Belhassen Trabelsi, saudara tertua dari istri Ben Ali, Leila Trabelsi, dilaporkan tiba di Montreal dengan istri, anak-anak bersama pengasuh dengan sebuah pesawat jet pribadi  pekan lalu. Satu sumber pemerintah mengatakan kepada AFP bahwa status kependudukan Trabelsi dan keluarganya di Kanada telah dicabut karena mereka gagal memenuhi persyaratan kependudukan, tetapi mereka masih dapat mengajukan keberatan atas keputusan itu, atau meminta suaka.

"Ini merupakan sinyal jelas bahwa mereka tidak diterima di Kanada, tetapi mereka punya  beberapa waktu (beberapa bulan setidaknya) sebelum mereka dapat diusir dari negara (Kanada)," kata sumber itu tanpa menyebut nama.

Interpol telah mengeluarkan peringatan untuk penangkapan Ben Ali dan enam anggota keluarganya atas permintaan Tunisia setelah unjuk rasa penuh kekerasaan memaksa orang kuat yang berkuasa itu untuk mengungsi ke Arab Saudi. Badan polisi lintas batas mengatakan bahwa negara-negara anggota Interpol telah  diminta untuk "mencari, menemukan dan menangkap Ben Ali dan saudara-saudaranya," dan menunggu permintaan resmi ekstradisi dari Tunisia.

Namun polisi federal Kanada pekan ini menolak dengan mengatakan bahwa pihaknya tidak mendapat surat perintah penangkapan di bawah hukum Kanada. "Badan penegak hukum Kanada memiliki yurisdiksi hanya akan terlibat manakala ada permohonan resmi untuk menyelidiki telah diterima melalui jaringan Interpol atau jalur formal lainnya," kata juru bicara Kepolisian Kanada, Lucy Shorey.

Kedutaan Tunisia di Ottawa mengatakan, mereka belum menerima tanggapan permintaan terbaru dari pihak berwenang Kanada. Sebelumnya Perdana Menteri Kanada, Stephen Harper, mengatakan saat berkunjung ke Rabat, Maroko, bahwa mantan anggota rezim Tunisia yang digulingkan dalam protes massa jalanan tersebut tidak diterima di Kanada. "Kanada akan menggunakan semua alat yang ada untuk bekerja sama dengan masyarakat internasional dalam menangani anggota rezim sebelumnya," katanya. "Mereka tidak kami terima. Kami tidak menyambut mereka di negara kami."

Ben Ali, istri dan anggota lain dari keluarganya dituduh memperoleh aktiva ilegal dan mentransfer dana ke luar negeri selama memerintah 23 tahun. Ben Ali mengundurkan diri secara mendadak dan melarikan diri pada tanggal 14 Januari dari negaranya. Sebanyak 33 orang anggota keluarga besarnya telah ditahan di Tunisia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau