Buku sby dibagi ke siswa

Presiden Tak Tahu Peredaran 10 Buku SBY

Kompas.com - 31/01/2011, 14:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak mengetahui soal beredarnya 10 seri buku mengenai dirinya yang beredar di sejumlah sekolah menengah pertama di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Pengadaan buku yang diedarkan kepada siswa SMP yang akan menjadi pemilih muda pada Pemilu 2014 tersebut menggunakan uang negara.

"Bapak Presiden sesungguhnya masih belum mengetahui ada peredaran buku Bapak di beberapa sekolah di daerah," ujar Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha kepada wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (31/1/2011).

Namun, ketika ditanya lebih rinci, Julian mengatakan, Kementerian Pendidikan Nasional akan menjelaskannya. Sebelumnya, sejumlah pengamat pendidikan mengaku khawatir dengan penerbitan 10 seri buku tentang SBY.

Doni Koesoema A, misalnya, mengaku prihatin akan hal ini. Alih-alih menyediakan buku bermutu, dana rakyat dinilai tidak seharusnya dipakai untuk promosi politik "gratis" bagi pemilih muda. Alasan penerbitan buku tersebut juga mengecilkan arti buku-buku pendidikan lain, seperti ensiklopedia, kamus pengetahuan, seri-seri ilmu pengetahuan dan sastra, yang lebih dibutuhkan untuk mengembangkan wawasan siswa.

"Kehadiran buku-buku SBY juga melecehkan lembaga pendidikan karena tidak lagi menganggap lembaga pendidikan sebagai ruang penting bagi pembentukan generasi bangsa yang cerdas, terbuka, dan berhak memperoleh semua informasi penting yang relevan dengan tahap perkembangan pendidikannya. Pengetahuan anak-anak dibatasi dan diarahkan pada gambaran figur tertentu," kata Doni dalam tulisannya yang dimuat harian Kompas edisi Jumat (28/1/2011).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau