Jakarta, Kompas -
Dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (31/1), Presiden Direktur PT Summit Oto Finance Djohan Marzuki menyampaikan, pinjaman dibagi dalam dua paket, yakni 50 juta dollar AS dan 25 juta dollar AS.
”Pinjaman ini untuk mengejar target pembiayaan kami pada 2011 sebesar Rp 11,5 triliun untuk 1,1 juta unit kendaraan bermotor roda dua,” katanya.
Pinjaman 50 juta dollar AS ditandatangani pada Juli 2010, selama lima tahun dengan tenor 350 basis poin London Interbank Offered Rate (LIBOR). Bagian kedua, 25 juta dollar AS yang ditandatangani kemarin, selama tiga tahun dengan tenor 250 basis poin LIBOR.
Pada 2010, Summit Oto Finance, yang sebagian besar sahamnya dimiliki Japanese Sumitomo Corporation, mengucurkan Rp 9 triliun untuk pembiayaan pembelian sekitar 940.000 unit kendaraan bermotor roda dua.
Jika dirata-rata, tiap konsumen memperoleh pembiayaan Rp 9,574 juta. Adapun rasio pembiayaan bermasalah (non-performing loan/NPL) kurang dari 1 persen.
Menurut Djohan, sekitar 50 persen pembiayaan kendaraan bermotor roda dua dikucurkan PT Summit Oto Finance ke wilayah Pulau Jawa dan Bali. Dari yang dikucurkan ke Jawa dan Bali itu, 19 persen di antaranya untuk wilayah Jabodetabek.
”Kami berencana menambah 60 cabang ke seluruh wilayah Indonesia, terutama di Kalimantan dan Sulawesi,” ujar Djohan.
Lars Thunell, Executive Vice President Internatinoal Finance Corporation (IFC), mengatakan, kendaraan bermotor roda dua adalah bagian penting bagi pengembangan usaha di Indonesia, sekaligus alat transportasi.
Akses pembiayaan pembelian kendaraan bermotor roda dua diharapkan dapat semakin luas, terutama bagi masyarakat berpendapatan rendah, konsumen perempuan, dan di wilayah yang sulit terjangkau.
Pada 2010, sekitar 22 persen konsumen PT Summit Oto Finance adalah perempuan. Djohan memperkirakan, jumlah itu akan meningkat menjadi 30 persen pada 2011.
Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia menunjukkan, volume pasar kendaraan bermotor roda dua di Indonesia pada tahun 2009 mencapai 5,881 juta unit. Jumlah itu merupakan 10,44 persen dari volume pasar dunia, yakni 56,353 juta unit.
Proyeksi volume pasar kendaraan bermotor roda dua tahun 2010 di Indonesia sekitar 7,47 juta unit, tahun 2011 mencapai 8,217 juta unit, dan tahun 2012 sebanyak 9,039 juta unit.
Kendaraan bermotor roda dua diproyeksikan terus bertambah, mencapai 9,943 juta unit pada 2013, sebanyak 10,937 juta unit pada 2014, dan 12,031 juta unit pada tahun 2015.