Kasus gayus

KPK, Polri dan Kejagung Perketat Kasus

Kompas.com - 01/02/2011, 14:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Rapat koordinasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), serta Kejaksaan Agung, Selasa (1/2/2011) ini akan membahas mengenai peningkatan kualitas dan percepatan kerja sama untuk menyelesaikan kasus-kasus yang sedang ditangani, salah satunya kasus Gayus H Tambunan. Dalam kasus Gayus, KPK juga akan bekerja sama dengan PPATK dan Kementrian Keuangan RI untuk melakukan investigasi dan sharing data kasus Gayus.

"MoU yang sudah ada antar tiga lembaga ini akan dilanjutkan, insya Allah bulan ini. Untuk kasus Gayus kita akan lakukan pendekatan supervisi melalui investigasi dan sharing data dari PAPTK dan Menkeu," ungkap Ketua KPK, Busyro Muqqodas dalam konferensi pers di KPK, Selasa (01/02/2011).

Busyro menambahkan, kewenangan KPK hanya sampai pada kerugian negara yang besar akibat kasus mafia pajak tersebut. KPK akan melakukan penyelidikan melalui entry point data yang sudah diperoleh KPK, salah satunya melalui keluar masuknya uang dalam rekening Gayus.

Sementara itu, menurut Kapolri Timur Pradopo, Polri bisa mendapat solusi terhadap penanganan kasus melalui rapat koordinasi tiga lembaga, termasuk kelanjutan kasus Gayus. Dalam penyelidikan awal Polri mendapat bantuan dari Kejaksaan Agung, yang dilakukan oleh Jaksa Peneliti.

"Penyidikan awal oleh Polri kesulitan, tapi mendapat bantuan dari Kejaksaan, yaitu Jaksa Peneliti. Nanti, Polri juga akan join dengan KPK dalam kasus Gayus ini. Masih ada kekurangan data untuk memenuhi unsur barang bukti uang Rp 28 miliar dan Rp 74 miliar," ujar Kapolri.

KPK dan Polri mengharapkan, koordinasi tiga lembaga tersebut dalam menyelesaikan kelanjutan kasus Gayus bisa dipercepat.

"Barang bukti Rp 74 miliar dan Rp 28 miliar saat ini diteliti dan dengan koordinasi bersama ini biar bisa dipercepat selesaikan kasus Gayus," kata Timur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau