Krisis mesir

Ditanya Kabar, Tauhid Sempat Bohongi Ibunya

Kompas.com - 03/02/2011, 13:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat hari kedua ketegangan politik di Mesir, Rabu ( 26/1/2011 ), Tauhid Rambe (30) sempat berkata bohong dalam perbincangan dengan ibunya melalui sambungan telepon soal keadaan dirinya di sana. 

"Sebelum saluran komunikasi diputus rezim Mubarak hari Kamis (27/1/2011), saya dan ibu masih bisa kontak. Saya sempat berbohong ke ibu ketika itu," ujar Tauhid, Kamis ( 3/2/2011 ) di Jakarta. 

Mahasiswa Universitas Al Azhar Fakultas Syariah Islamiyah Tingkat 3 ini ditelepon oleh ibunya tentang kabar di Kairo pada Rabu jam 18.00 waktu setempat. "Saya jawab, 'Alhamdulillah aman-aman saja'. Ibu bilang, syukurlah aman," tutur Tauhid. 

Padahal, kata dia, situasi di Mesir pada Rabu sore itu cukup memanas. Apalagi, jam malam diberlakukan mulai jam 16.00 waktu Kairo. "Kalau ke bawah itu kita harus menunjukkan paspor," ucap pria asli Padangsidempuan, Sumatera Utara itu. 

Tauhid bersama lima rekan mahasiswa Al Azhar lainnya tinggal di sebuah apartemen dekat kampus. Di bawahnya, ada pasar yang tengah dijaga ketat oleh aparat keamanan. 

Tauhid memaparkan, keadaan di pasar tampak rusuh dan tegang. Ada pemeriksaan ke orang-orang yang berjenggot dan memakai jubah. "Apakah kamu anggota Ikhwanul Muslimin?" tanya salah satu polisi.

Saat ini, masih ada 3 orang WNI bertahan di apartemennya. Mereka adalah Fikri Habibi (Banten), Mirwan Nasution (Sibuhuan, Sumut) dan Filhanudin Hasibuan (Padangsidempuan, Sumut). "Ada satu lagi, namanya Bakri Husaini (Jambi). Dia langsung keluar dari Mesir karena jauh-jauh hari memang berencana berangkat dari Kairo tanggal 1 Februari lalu," kata Tauhid.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau