BANDUNG, KOMPAS -
Menurut Pelatih Kepala Bandung FC Nandar Iskandar, timnya dan tim lawan pasti akan saling mengalahkan. Ia berharap bisa memperoleh hasil lebih baik daripada partai serupa dari kompetisi LSI.
”Kami ingin meraih poin penuh dengan menjunjung tinggi fair play. Harus lebih baik dari kompetisi tetangga,” ujar Manajer Persema Asmuri.
Hal yang membuat partai tersebut menonjol adalah kehadiran pemain bintang yang memperkuat masing-masing tim. Pemain asal Aston Villa, Lee Hendrie, memperkuat Bandung FC, sedangkan Persema diperkuat duo pemain naturalisasi, Irfan Bachdim dan Kim Jeffrey Kurniawan.
Laga kandang perdana bagi Bandung FC di Stadion Siliwangi itu terganggu dengan pembatasan penonton yang dilakukan kepolisian. Semula laga tersebut digelar tanpa dihadiri penonton, tetapi setelah negosiasi hingga Jumat malam, jumlah penonton dibatasi 4.000 orang.
”Itu pun setelah para petinggi tim menjadi jaminan,” kata Manajer Bandung FC Muhammad Kusnaeni.
Kesebelasan baru kebanggaan warga Sumatera Barat, Minangkabau FC, bertekad menjadi pembunuh raksasa Persebaya 1927 dalam lanjutan Liga Primer Indonesia, Sabtu ini di Stadion Haji Agus Salim, Kota Padang.
Arsitek Minangkabau FC, Divaldo Alves, mengatakan, timnya tidak gentar dengan matangnya kerja sama tim kebanggaan arek-arek Suroboyo itu. ”Kami mau stop mereka,” kata pelatih asal Portugal itu.
Namun, Divaldo tampaknya harus realistis menerima kenyataan masih belum padunya barisan pertahanan yang dikomandoi kapten Jumadi Rais pada laga terakhir.
Dalam laga tersebut, tujuh pemain Minangkabau FC tengah didera influenza dan batuk-batuk. Beberapa di antaranya ialah Alwis Docos, Rivelino, Rizal Tomagola, dan David.
Pada laga lanjutan Sabtu (29/1) saat dijamu Semarang United dengan kekalahan 1-2, Minangkabau FC sesungguhnya telah diperkuat pemain belakang Rivelino yang tampil baik.
Sementara dari Persebaya 1927, kepercayaan diri sangat tinggi tengah melingkupi tim. Pelatih Persebaya 1927 Aji Santoso, dalam sesi latihan Jumat pagi, menekankan taktik menyerang dengan aliran bola-bola bawah yang cepat dan taktis.
”Intinya kita tidak pernah menganggap remeh lawan. Kita selalu siap bertarung,” kata Aji.