Kasus cek travel

Adang: Nunun Masih Sakit

Kompas.com - 07/02/2011, 11:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi III DPR, Adang Daradjatun, menampik pernyataan politisi senior Golkar, Fahmi Idris, mengenai keberadaan dan kondisi kesehatan istrinya, Nunun Nurbaeti. Adang menyatakan, kondisi istrinya masih seperti sebelumnya. "Ibu masih sakit," ujarnya di Gedung DPR, Senin (7/2/2011).

Mantan Wakil Kepala Kepolisian Negara RI ini meminta Fahmi tidak berpolemik di media mengenai keadaan istrinya. Adang membantah Nunu selalu menghindar dari pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengungkap otak dan pemberi suap cek perjalanan kepada sejumlah mantan anggota DPR dalam kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004-2009.

Menurut dia, sebagai warga negara yang baik, Fahmi seharunya menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. "Kalau untuk saya dipertanyakan seperti yang dinyatakan Fahmi, saya lebih ingin kita tidak bicara polemik. Kalau memang Pak Fahmi punya bukti-bukti itu dan sudah disampaikan ke KPK, ya bersyukur, artinya beliau bisa beri tambahan alat bukti," tambahnya.

Namun, Adang enggan merinci kondisi kesehatan istrinya itu, termasuk tempat di mana Nunun berada saat ini. Dia mengaku tidak mau kejadian di Singapura terjadi untuk kedua kalinya. "Pengalaman saya ketika bicara di Singapura kemarin. Media ngejar-ngejar dokter soal keadaan itu dan diminta untuk bicara tentang kondisi ibu. Akhirnya, dokter itu enggak mau lagi periksa ibu," "Saya ingin istri saya sehat, baik. Tolong buktikan saja kalau memang terlibat. Kalau sakit, itu urusan dokter," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau