Dpr tolak bibit-chandra

Tak Seharusnya Polemikkan Bibit-Chandra

Kompas.com - 07/02/2011, 20:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi III DPR, Aboe Bakar Al Habsy, mengatakan, tak seharusnya mempersoalkan kehadiran Bibit-Chandra dalam setiap rapat di Gedung DPR. Pernyataannya ini terkait dengan penolakan dan perdebatan yang pekan lalu menghiasi rapat Komisi III dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kehadiran Bibit-Chandra. DPR masih menganggap keduanya sebagai tersangka, meskipun kasusnya telah di-deponeering oleh Jaksa Agung.

Menurut Aboe Bakar, diskursus mengenai kehadiran dua pimpinan KPK pada rapat-rapat DPR tidak menguntungkan, karena hanya menghabiskan energi dan membuat publik semakin bingung.

"Debat kusir mengenai kehadiran KPK bisa mengaburkan substansi mengenai pemberantasan mafia hukum, tentunya hal itu tidak menguntungkan bagi bangsa ini," ujar Aboe di Jakarta, Senin (7/2/2011).

"Belum lagi adanya rencana pelaporan anggota Komisi III ke Badan Kehormatan, membuat fokus kita semakin menjauh dari semangat penegakan hukum", ujarnya.

Aboe Bakar menambahkan, seharusnya DPR dan KPK fokus dalam menangani kasus mafia hukum, mafia pajak, suap pemilihan Gubernur Bank Indonesia serta kasus Bank Century. "Tanpa mengurangi rasa hormat kepada rekan-rekan di Komisi III, menurut hemat saya, secara kelembagaan harus duduk bersama untuk menuntaskan kasus-kasus tersebut, sedangkan persoalan Bibit-Chandra dapat dikesampingkan dulu," kata anggota Panja Mafia Hukum dan Perpajakan ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau