Satwa langka

Populasi Anoa Dikhawatirkan Kian Susut

Kompas.com - 09/02/2011, 18:28 WIB

KENDARI, KOMPAS.com — Populasi fauna endemik Pulau Sulawesi, anoa, saat ini dikhawatirkan kian susut akibat perambahan hutan dan perburuan di Sulawesi Tenggara, habitat terbesarnya. Satwa liar kategori langka itu kini diperkirakan berjumlah kurang dari 1.000 ekor saja.

Koordinator Teknis Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Tenggara Mila Rabiati mengatakan, saat ini sudah sangat sulit menemukan populasi anoa di enam wilayah hutan yang menjadi habitat hidupnya di Sultra, yakni Tanjung Amolengo, Tanjung Peropa, Buton Utara, Tanjung Batikolo, Lambusango, dan Mangolo.

Data terakhir yang menjadi pegangan BKSDA Sultra tentang perkiraan populasi anoa diperoleh dari hasil penelitian Abdul Haris Mustari, ahli satwa liar dari Institut Pertanian Bogor. Data tahun 1995 itu memperkirakan jumlah anoa di enam habitat di atas, dengan asumsi wilayah jelajah 76,25 hektar per ekor, maksimal tersisa 2.060 ekor.

"Jumlah itu sekarang kemungkinan besar makin berkurang. Diperkirakan hanya tinggal di bawah 1.000 ekor karena degradasi hutan dan perburuan," kata Mila saat ditemui di Kendari, Sultra, Rabu (9/2/2011). Degradasi hutan terjadi karena pembukaan hutan untuk perkebunan, permukiman, maupun penebangan liar. Perburuan anoa biasanya dilakukan untuk mengambil tanduknya sebagai hiasan.

Karena itu, Mila mengatakan, pada pertengahan tahun ini hingga 2015 pihaknya berencana mendata anoa, baik dari aspek jumlah maupun titik-titik keberadaannya. Pemetaan itu diperlukan untuk menyusun upaya konservasi agar anoa tidak punah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau