Berani Mengatur Keuangan Bersama Pakarnya?

Kompas.com - 10/02/2011, 13:46 WIB

KOMPAS.com — Berbagai penawaran produk atau jasa begitu menggiurkan. Terkadang sulit rasanya menolak begitu banyak godaan berbelanja, program diskon, dan penawaran jasa asuransi yang sekilas terlihat ideal. Belum lagi godaan kartu kredit dari kepemilikan yang lebih dari dua kartu hingga penggunaan yang tak terkendali dan membuat banyak orang tak sanggup membayar tagihan.

Perencana keuangan, Ligwina Poerwo-Hananto, mengatakan bahwa kebiasaan yang buruk dan mindset lebih punya peran atas kondisi keuangan yang kusut. Jadi, yang harus lebih dahulu diubah adalah kebiasaan dan cara berpikir atau masalah psikologis lainnya. Karena itu, yang ada sebenarnya bukan masalah keuangan, melainkan lebih kepada diri sendiri atau dalam hubungan berpasangan. Untuk mengatasinya, orang yang keuangannya kusut perlu berkonsultasi dengan pakar. Psikolog, atau konsultan pernikahan, harus sejalan dengan perencana keuangan.

"Tugas perencana keuangan adalah mengingatkan apakah rencana keuangan dan resolusi yang sudah dirancang bisa terwujud serta berjalan sesuai dengan rencana. Perencana keuangan akan mengkaji setiap tiga bulan atau enam bulan atau bisa juga setiap tahun. Setiap orang butuh pengingat dan mengevaluasi kondisi keuangannya," ujar Ligwina kepada Kompas Female, beberapa waktu lalu.

Peran profesional kadang-kadang memang dibutuhkan untuk mengatasi kondisi keuangan yang semakin kritis. Presenter Iwet Ramadhan, misalnya, menggunakan jasa perencana keuangan. Saat memandu talkshow keuangan, Iwet menyatakan kartu kreditnya ditahan oleh perencana keuangannya demi menyelamatkan keuangannya. Tindakan ini dilakukan tentu bukan tanpa tujuan. Melunasi utang kartu kredit menjadi prioritas sekaligus menghindari penggunaan kartu kredit agar tak semakin terpuruk dalam masalah keuangan. Perencana keuangan juga bisa membantu seseorang dalam memilih berbagai produk proteksi yang tepat.

"Banyak orang yang memilih asuransi, tetapi tidak memahami tujuannya. Akhirnya satu orang punya banyak produk asuransi tanpa tahu persis kegunaan dan manfaatnya," kata Ligwina.

Konsultasi dengan perencana keuangan menjadi langkah awal mengatasi masalah uang yang kusut. Namun, Anda tak harus menyewa jasa perencana keuangan untuk mengetahui cara mengelola uang. Anda juga bisa mengikuti berbagai pelatihan perencanaan keuangan. Dampaknya langsung terasa, Anda akan merasa terketuk untuk menganalisis kembali kondisi keuangan dan termotivasi untuk membuat perubahan. Setelah menguasai ilmunya, Anda bisa mempraktikkan sendiri untuk mengambil alih kendali keuangan personal menjadi lebih sehat lagi ke depannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau