Wisata rohani

Bogor Helat Festival 2000 Dongdang

Kompas.com - 10/02/2011, 18:25 WIB

BOGOR, Kompas.com - Menyambut Visit 2011 Kabupaten Bogor, pemerintah daerah tersebut menyelenggarakan Festival 2000 Dongdang pada Sabtu, 26 Februari, mendatang. Festival tersebut juga diarahkan untuk menjadi salah satu tujuan wisata rohani di Kabupaten Bogor.  

 

Juru Bicara Bupati Bogor Erwin Suryana menjelaskan, Festival 2000 Dongdang ini adalah untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara tersebut akan berlangsung di sepanjang Jalan Tegar Beriman dengan pusat kegiatan di Lapangan Tegar Beriman, depan kantor Bupati Bogor, di Cibinong.  

 

"Festival ini memang diarahkan untuk menjadi agenda tahunan wisata religi. Kalau di Yogyakarta ada Gerebekan, di Bogor ada festival dongdang," katanya, Kamis (10/2/11).  

 

Festival dongdang ini adalah yang kedua. Yang pertama tahun lalu dengan dongdang yang diarak sebanyak 1.000 buah. Kali ini donggang ditargetkan mencapai 2.000 buah dengan tujuan untuk memecahkan rekor MURI lagi.  

 

Dongdang adalah istilah bahasa Sunda untuk tempat membawa makanan atau barang hantaran saat hajatan (pesta) atau ada peristiwa istimewa. Dongdang itu dihias begitu juga makanan atau barang yang mengisi dongdang itu akan dihias atau ditata secantik mungkin. Dongdang akan dipikul dan diarak dengan diiringi rombongan kesenian sunda, baik kesenian musik maupun tari/silat.   

 

"Biaya pesta dongdang ini dianggarakan Rp 1,3 miliar yang dananaya dari APBD. Dana itu antara lain untuk insentif kepada peserta yang besarnya masing-masing satu juta rupiah," kata Erwin.  

 

Yang ikut dalam festival ini adalah setiap kecematan, desa, SKPD, dan instansi lain di lingkungan Pemda Kabupaten Bogor. Selain itu, semua intansi atau lembaga yang berkantor di wilayah Kabupaten Bogor, termasuk kepolisian dan tentara, juga akan berpartisipasi.  

 

Setelah dongdang dinilai pada juri dan ditentukan pemenangnya, pesta dongdang itu ditutup dengan memperebutkan isi dongdang.  

 

Usai itu, dilanjutkan dengan siraman rohani dan hiburan musik yang agamis. Ulama yang akan memberi ceramah adalah Ustadz Abdullah Al Habsy. Sedangkan hiburan muisk antar alain akan dibawakan oleh Vagetoz Band. Pokoknya, Festival 2000 Dongdang ini memang diarahkan untuk kegiatan wisata rohani, tutur Erwin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau