Wenger Tidak Jumawa

Kompas.com - 18/02/2011, 04:51 WIB

LONDON, KAMIS - Belum ada jaminan Arsenal akan melenggang mudah ke perempat final meski menekuk Barcelona 2-1 (0-1) pada laga pertama 16 besar Liga Champions di Emirates, Rabu (16/2). Hal itu mempertegas, laga hidup-mati masih tersaji pada laga kedua di Nou Camp, 8 Maret mendatang.

Hal itu disadari Pelatih Arsenal Arsene Wenger. Ia bahkan menyebut Barcelona masih favorit lolos ke perempat final daripada timnya. ”Kami tetap bukan favorit saat ini, tetapi yang penting adalah kami yakin masih berpeluang dan akan memanfaatkannya. Barcelona masih yang favorit,” ujar Wenger.

Kemenangan Arsenal ditentukan dua gol dalam rentang lima menit hasil tendangan Robin van Persie dan Andrei Arshavin, menit ke-78 dan ke-83. Pada babak pertama, Barcelona membuat mati kutu pemain Arsenal lewat dominasi penguasaan bola dan memimpin 1-0 lewat gol striker David Villa, menit ke-26.

Dengan hasil tersebut, peluang kedua tim berimbang. Arsenal hanya butuh seri untuk lolos, tetapi peluang Barcelona juga belum tertutup dan bisa melaju cukup dengan menang 1-0 di Nou Camp.

Bagi Arsenal, hasil laga kali ini jelas lebih baik dibanding tahun lalu saat mereka berduel pada babak perempat final. Saat itu, pada laga pertama di Emirates, Arsenal ditahan seri Barcelona 2-2, dan pada laga kedua di Nou Camp dilibas 1-4 berkat empat gol Lionel Messi.

”Tapi, setelah malam ini, kami jadi tahu bagaimana menaklukkan mereka. Hal yang belum kami ketahui tahun lalu,” ujar Wenger.

Resep Wenger

Pelatih asal Perancis itu mengungkapkan rahasia di balik kemenangan skuadnya. ”Saya merasa, ketika Anda melawan Barcelona, Anda seperti selalu berada di tubir keruntuhan menghadapi mereka, karena Anda bakal dihujani serangan akibat kesalahan mental itu,” paparnya.

Ada pandangan umum bahwa untuk melawan Barcelona, butuh permainan bertahan. ”Tetapi, saya ingin agar pemain tetap menyerang,” kata Wenger menjelaskan alasan dia mengambil risiko mengganti gelandang bertahan Alex Song dengan Arshavin saat kalah 0-1.

Pergantian itu terjadi menit ke-68. Setelah disusul pergantian Theo Walcott oleh Nicklas Bendtner menit ke-77, semenit kemudian Van Persie menceploskan bola dari sudut sangat sempit di kanan gawang Victor Valdes. ”Kami harus mencetak dua gol. Saya lakukan perjudian, yang bisa saja berbalik arah membuat kami kalah 0-2 atau 0-3, tetapi (perjudian) itu membuahkan hasil,” lanjut Wenger.

Di sisi lain, titik balik bagi kubu Barcelona terjadi saat Pelatih Pep Guardiola menarik keluar striker David Villa dan menggantinya dengan gelandang bertahan Seydo Keita. Keluarnya Villa membuat beban Messi bertambah.

Pemain Terbaik Dunia itu beberapa kali mendapat peluang mencetak gol, tetapi gagal dan menambah catatan ia belum pernah mencetak gol di Inggris.

”Bagaimana menganalisis (kekalahan) ini?” kata Guardiola. ”Ini seperti tahun lalu, kami awalnya tampil bagus. Tetapi, di Eropa Anda menghadapi tim-tim bagus. Arsenal telah tampil bagus di Eropa dan mereka selalu bersaing, jadi Anda harus mengucapkan selamat kepada mereka,” katanya.

”Namun, saya yakin soal laga kedua. Pemain-pemain kami telah membuktikan kualitas mereka bertahun-tahun sebelum ini,” papar Guardiola. Pada laga kedua, Barcelona tidak diperkuat bek Gerard Pique yang mengantongi akumulasi kartu kuning.

Roma dipermalukan

Pada laga lain, AS Roma dipermalukan klub Ukraina, Shakhtar Donetsk, 2-3 (1-3). Saat turun minum, tim asuhan Claudio Ranieri itu dicemooh suporternya karena kebobolan tiga gol. Ini membuat beban Roma berat pada pertandingan kedua di kandang Shakhtar.

”Ini laga yang ditentukan episode-episode,” kata Ranieri kepada Sky Italia. ”Kami bisa kian terpuruk, tetapi kami berbuat terbaik. Kami tak akan menyerah.” (AP/AFP/REUTERS/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau