JAKARTA, KOMPAS.com — Pengajar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Karlina Supeli, menyatakan, untuk mengikis budaya feodalisme yang menjadi salah satu penyebab korupsi, mungkin saja dibutuhkan model Restorasi Meiji seperti di Jepang.
Restorasi Meiji, yang menekankan pendidikan tiga tahun sesudah tahap sekolah dasar untuk kewarganegaraan serta perkembangan karakter dan pendidikan tentang kehidupan bersama di masyarakat, akan memupus feodalisme.
Hal itu diungkapkan oleh Karlina Supeli dalam seminar "Korupsi yang Memiskinkan", yang diselenggarakan harian Kompas di Hotel Santika, Jakarta, Selasa (22/2/2011). Kemarin, dalam pengantar pembukaan seminar, Pimpinan Umum Harian Kompas Jakob Oetama menyebutkan bahwa salah satu penyebab korupsi adalah kultur feodalisme, yang menimbulkan adanya privilese (hak istimewa) dari penguasa.
"Mungkin yang kita butuhkan adalah sekolah-sekolah yang sanggup melahirkan generasi muda yang siap menjalin kembali pengetahuan dengan integritas, yang mengejar pengetahuan untuk kebaikan bersama, dan yang mengembangkan pengetahuan tidak terkorupsi, bukan untuk korupsi," tutur Karlina.
Menurut dia, Indonesia membutuhkan orang-orang yang setia merawat ikatan antara kekuasaan, tanggung jawab, dan integritas. Karlina mengaku, upayanya untuk menghidupkan kembali etika kesatria—sikap noblesse oblige—terdengar seperti tawaran orang di tengah keputusasaan menghadapi politik yang berubah wujud menjadi arena bertarung para petualang bayaran.
"Namun, tanpa orang-orang yang bersedia bertarung bukan untuk kalah atau menang, melainkan demi merawat Indonesia," papar Karlina lagi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang