Kebebasan pers

Pernyataan Dipo Tidak Demokratis

Kompas.com - 22/02/2011, 17:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -  Ketua Komisi I DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfud Sidiq menilai, pernyataan Sekretaris Kabinet Dipo Alam yang mengatakan akan membatasi informasi dan asupan iklan terhadap media-media yang mengkritisi pemerintah menggambarkan sikap pejabat negara yang tidak demokratis.

Pernyataan Dipo tersebut bertentangan dengan pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mendukung demokrasi. "Itu pernyataan pejabat yang anti demokrasi dan itu berbahaya," kata Mahfud di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/2/2011).

Dikatakan Mahfud, pernyataan Dipo tersebut juga menunjukkan kepanikan ring satu Presiden dalam menghadapi kritikan media terhadap pemerintah. Seharusnya, media yang mengkritik pemerintah tidak diposisikan sebagai lawan.

"Karena memang tugas pers itu mengontrol pemerintahan. Media itu adalah gate keeper. Ajakan boikot itu jelas anti demokrasi," kata Mahfud menambahkan.

Komentar senada datang dari Sekretaris Jenderal Partai Golkar yang juga anggota Komisi II DPR, Idrus Marham. Menurut Idrus, sekarang bukan era pemboikotan media seperti masa Orde Baru. "Saat ini tradisi demokrasi, tradisi saling mengingatkan, kritik-mengkritik. Kapan negeri ini maju kalau saling boikot-memboikot," katanya.

Hendaknya, kritikan media terhadap kinerja pemerintah diubah menjadi kemitraan. "Keharmonisan, sehingga menjadi kritik yang konstruksif (membangun)," imbuh Idrus.

Secara terpisah Sekretaris Fraksi Fraksi Partai Amanat Nasional yang juga anggota Komisi II DPR, Teguh Juwarno mengatakan pejabat negara seperti Dipo seharusnya membangun hubungan pemerintah dan media dengan saling respek. Karena media merupakan pilar keempat demokrasi. Banyak catatan sejarah yang menunjukkan peran media dalam menjatuhkan seorang Presiden. "Kalau dibiarkan, sama saja SBY membiarkan kebusukan yang ada di sekitarnya," tandas Teguh. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau