Rumah Keluarga Susno Duaji Bakal Digusur

Kompas.com - 22/02/2011, 17:17 WIB

PAGARALAM, KOMPAS.com - Rumah keluarga Komjen Pol Susno Duadji, mantan Kabareskrim Mabes Polri di Dusun Tebad Gunung, Kelurahan Lubukbuntak, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan terancam digusur untuk pembangunan jalan menuju lokasi bandar udara setempat.

Pantauan Selasa (22/2/2011) menunjukkan, di lokasi rumah milik keluarga dan orangtua Susno Duadji tersebut, selain rumah tinggal juga terdapat makam almarhum Duadji, orangtua Susno yang berada di samping tempat tersebut.

"Rumah berukuran 10 x 20 meter ini posisinya berada tepat di perlintasan simpang tiga jalan menuju lokasi Bandar Udara Atungbungsu yang berjarak hanya sekitar 8,5 meter," kata Siti Mardhiah, ibu Susno.

Ia mengaku, rencana pemerintah kota setempat akan menggusur rumah itu baru tahap pemberitahuan dan belum ada kesepakatan penggantian atau pembelian.

"Saya hanya pasrah saja dengan rencana Pemkot Pagaralam akan menggusur rumah yang sudah kami tempati sejak 1940 lalu, bahkan Susno juga sudah membangun rumah baru untuk kami tempati bila penggusuran benar-benar dilakukan," ujarnya.

Terdapat sedikitnya tiga rumah yang berada di lokasi itu, namun belum diketahui dengan pasti rumah mana saja yang akan digusur.

"Kami pasrah saja jika rumah akan digusur untuk perluasan pembuatan jalan menuju lokasi Lapangan Terbang Atungbungsu. Selain sudah dibangun rumah lain, sepenuhnya rumah tersebut sudah saya serahkan kepada anak-anak," ujarnya.

Menurut dia, rumah yang akan digusur itu cukup banyak menyimpan sejarah keluarga, termasuk tempat membesarkan Susno Duadji bersama sembilan adiknya.

Tapi dia juga menyadari dan menginginkan Kota Pagaralam maju dan berkembang pesat terutama yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat kecil melalui pembangunan, termasuk jalan dan lapangan terbang.

Kepala Dinas PU Pagaralam, Yunali membenarkan pembangunan jalan sepanjang 8,5 meter menuju Lapangan Terbang Atungbungsu itu sudah dianggarkan dengan dana Rp 24 miliar dan nilai kontrak Rp 23.886.457.000 yang dikerjalan PT Teratai Intan Sari.

"Mengenai pembebasan lokasi perumahan milik keluarga Susno Duadji baru dalam perencanaan dan masih menunggu anggaran, kemungkinan menunggu dianggarkan melalui ABT 2011," ujar dia.

Sedangkan untuk pengerjaan proyek jalan lapangan terbang sepanjang 8,5 km dengan lebar 32 meter tidak tepat waktu, dan hanya selesai 30 persen sehingga dilakukan pemutusan kontrak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau