PAGARALAM, KOMPAS.com - Rumah keluarga Komjen Pol Susno Duadji, mantan Kabareskrim Mabes Polri di Dusun Tebad Gunung, Kelurahan Lubukbuntak, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan terancam digusur untuk pembangunan jalan menuju lokasi bandar udara setempat.
Pantauan Selasa (22/2/2011) menunjukkan, di lokasi rumah milik keluarga dan orangtua Susno Duadji tersebut, selain rumah tinggal juga terdapat makam almarhum Duadji, orangtua Susno yang berada di samping tempat tersebut.
"Rumah berukuran 10 x 20 meter ini posisinya berada tepat di perlintasan simpang tiga jalan menuju lokasi Bandar Udara Atungbungsu yang berjarak hanya sekitar 8,5 meter," kata Siti Mardhiah, ibu Susno.
Ia mengaku, rencana pemerintah kota setempat akan menggusur rumah itu baru tahap pemberitahuan dan belum ada kesepakatan penggantian atau pembelian.
"Saya hanya pasrah saja dengan rencana Pemkot Pagaralam akan menggusur rumah yang sudah kami tempati sejak 1940 lalu, bahkan Susno juga sudah membangun rumah baru untuk kami tempati bila penggusuran benar-benar dilakukan," ujarnya.
Terdapat sedikitnya tiga rumah yang berada di lokasi itu, namun belum diketahui dengan pasti rumah mana saja yang akan digusur.
"Kami pasrah saja jika rumah akan digusur untuk perluasan pembuatan jalan menuju lokasi Lapangan Terbang Atungbungsu. Selain sudah dibangun rumah lain, sepenuhnya rumah tersebut sudah saya serahkan kepada anak-anak," ujarnya.
Menurut dia, rumah yang akan digusur itu cukup banyak menyimpan sejarah keluarga, termasuk tempat membesarkan Susno Duadji bersama sembilan adiknya.
Tapi dia juga menyadari dan menginginkan Kota Pagaralam maju dan berkembang pesat terutama yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat kecil melalui pembangunan, termasuk jalan dan lapangan terbang.
Kepala Dinas PU Pagaralam, Yunali membenarkan pembangunan jalan sepanjang 8,5 meter menuju Lapangan Terbang Atungbungsu itu sudah dianggarkan dengan dana Rp 24 miliar dan nilai kontrak Rp 23.886.457.000 yang dikerjalan PT Teratai Intan Sari.
"Mengenai pembebasan lokasi perumahan milik keluarga Susno Duadji baru dalam perencanaan dan masih menunggu anggaran, kemungkinan menunggu dianggarkan melalui ABT 2011," ujar dia.
Sedangkan untuk pengerjaan proyek jalan lapangan terbang sepanjang 8,5 km dengan lebar 32 meter tidak tepat waktu, dan hanya selesai 30 persen sehingga dilakukan pemutusan kontrak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang