Pantai gading

Dua Berseteru, "Kroco" Mati Kena Peluru

Kompas.com - 23/02/2011, 16:27 WIB

KOMPAS.com - Pantai Gading masih bau anyir darah sejak pemilu presiden November 2010. Pasalnya, perseteruan antara Presiden petahana Laurent Gbagbo yang emoh turun dari jabatannya melawan Presiden terpilih Alassana Ouattara terus saja berlangsung. Akibatnya, sebagaimana warta AP dan AFP pada Rabu (23/2/2011), saling bunuh antara kedua pendukung bak tiada henti.

Terkini, sepuluh tentara yang loyal terhadap Gbagbo dilaporkan tewas di kota Abidjan. Mereka tewas setelah diserang saat berada di kawasan pemukiman yang dikenal sebagai basis wilayah pendukung Alassane Outtara, calon yang menang dalam proses pemilu lalu.

Penyerangan ini diduga sebagai akibat aksi balasan dari pendukung Outtara. Pada Senin (21/2/2011) lalu, mereka ditembaki oleh pasukan pendukung Gbagbo. Insiden itu menewaskan enam orang.

Aksi kekerasan ini terus terjadi di tengah upaya penyelesaian krisis politik Pantai Gading oleh empat pemimpin negara Afrika. Sejak Senin lalu presiden dari empat negara yakni Afrika Selatan, Tanzania, Chad, dan Mauritania telah tiba di kota Abidjan.

Seharusnya Presiden Burkina Faso, Blaise Compaore juga ikut terlibat dan hadir di Pantai Gading. Tetapi, dia membatalkan kunjungannya ke negara itu setelah mendapat ancaman serangan dari milisi pendukung Gbagbo yang menuduhnya telah mendukung Ouattara.

Aksi kekerasan yang terjadi di Pantai Gading telah mendapat perhatian sejumlah lembaga pembela ham internasional, temasuk Amnesty Internasional. Lembaga yang berbasis di Inggris ini memperingatkan terjadinya lubang hitam penegakan HAM.

Meraka mengatakan ada sejumlah bukti terjadinya pengadilan rakyat yang berujung pembunuhan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh kedua kelompok pendukung baik dari pihak Gbagbo maupun Outtara.

Intensitas terjadinya kekerasan terus meningkat di negara itu, akhirnya.  Dunia internasinal sejauh ini mengakui bahwa pemenang pemilu itu adalah Alassane Ouattara namun hal itu ditentang oleh penguasa sebelumnya Laurent Gbagbo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau